Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

PAN Diprediksi Bakal Raih Satu Kursi DPRD Torut Pada Pilcaleg Mendatang


TORAJA UTARA (wartamerdeka.info) - Konstalasi politik menjelang Pilcaleg yang tinggal seminggu lagi, kian intens. Para Calon Legislatif alias Caleg segera masuk arena pemilihan dengan persiapan mental untuk siap kalah dan siap menang.

Mulai sekarang, sebelum berlaga, masing-masing caleg tentu sudah menggalang konsolidasi dukungan pemilih selama kampanye. Atas dasar itu, para caleg tetap optimis berdasarkan hitung-hitungan mereka.

Semisal, Caleg untuk DPRD Kabupaten Toraja Utara. Tercatat 243 caleg dari 12 Parpol di 5 Dapil harus memperebutkan 30 kursi DPRD Torut.

Yang menarik, kehadiran Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusung caleg potensial di Dapil 1 (Rantepao, Tallunglipu, Tikala).

Ada 7 kursi diperebutkan di dapil kota ini.

Meskipun jumlah caleg PAN hanya 4 orang, namun dari pantauan di lapangan, PAN diprediksi bakal mendudukkan seorang wakilnya di DPRD Torut.

“Hitungannya tidak muluk-muluk. Realistis saja dan ini bukan swing voters atau massa mengambang. Coba saja lihat hasilnya nanti,” ujar Natan, pengamat politik lokal Toraja, di Rantepao, Rabu malam (10/4).

Ke-4 caleg PAN itu adalah Ir Ramly Djamal (1), Ratna (2), Faisal (3), dan Nur Wulandari Saruran (4). Namun dari mereka, dua nama dinilai potensial dan berpeluang rebut kursi yakni Ramly Djamal dan Faisal.

Nama terakhir ini bisa jadi kuda hitam mengungguli Ramly. Pasalnya, selain kapasitasnya sebagai Ketua FKKBM (Forum Komunikasi Keluarga Besar Makassar), Faisal dikenal ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan.

Dia gampang beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat sekitar serta mengutamakan kesetiakawanan sosial. Baginya, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. (Tom)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama