Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sejumlah Pendemo Bikin Kerusuhan, Menko Polhukam: Dalangnya Sudah Diketahui


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sejumlah massa pendemo yang memprotes hasil penghitungan Pilpres KPU membuat kerusuhan di Jakarta. Menanggapi peristiwa ini,  Menko Polhukam Wiranto mengemukakan dalang kerusuhan 22 Mei sudah diketahui.

Namun aparat keamanan masih terus meneliti dan mengumpulkan data-data terkait aksi para dalang tersebut.

"Kalau saudara-saudara jeli mengamati berbagai kasus yang terjadi, kan ada satu keterkaitan antara kasus satu dengan yang lain," kata Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers (Konpers) mengenai kondisi terakhir negeri ini di Kemko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Hadir pada Konpers tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, Kepala Kantor Kepresidenanan Moeldoko, Kebala BIN Budi Gunawan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Dia mengingatkan pemerintah jangan dikira tidak tahu dalang dari berbagai aksi yang ada. Pemerintah sesungguhnya sudah tahu tapi untuk melakukan tindakan harus sesuai aturan hukum yang ada.

"Dalang itu kita sudah tahu dan sedang dalam kajian penyelidikan lebih dalam lagi. Jangan dikira kita tidak tahu, kita tahu. Tetapi kan ada hal-hal yang menyangkut hukum yang harus kita taati," jelas Wiranto.

Sementara Kapolri Tito Karnavian mengungkapkan skenario dari aksi yang ada. Menurutnyan, aksi akan dibuat rusuh (‎chaos), kemudian ada yang tertembak. Yang meninggal akan dijadikan martir atau pahlawan.

"Membuat satu event menjadi anarkis,​ ada korban,​ ditujukan pada aparat. Kemudian dapat simpati publik dan timbulkan chaos. Kalau sudah ada korban ada tokoh yang ngomporin seakan-akan itu kesalahan pemerintah," jelasnya.

Saat ditanya apakah dalang kerusuhan adalah Partai Gerindra karena polisi sudah menangkap ambulas Gerindra yang didalamnya berisi batu, Wiranto tidak tegas menjawab. Dia hanya kemukakan masih dalam penyelidikan lebih lanjut dari aparat keamanan.

"Aparat keamanan telah siap dan akan melakukan langkah-langkah hukum, yang tegas dengan tetap bertumpu kepada hukum," tutup Wiranto.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama