Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Menyalakan Obor Kemerdekaan, Barru Berjalan dalam Semangat Merah Putih


Catatan Syamsu Marlin

Malam di Kota Barru berubah menjadi lautan cahaya. Nyala obor bergerak menyusuri jalan-jalan utama, dibawa ratusan peserta yang berjalan dalam satu irama, membawa pesan tentang perjuangan, persatuan dan semangat kemerdekaan.

Suasana itu terasa dalam Upacara Penetapan Waktu (Taptu) dan Pawai Obor dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Barru, Minggu (16/8/2026).

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., didampingi Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., hadir menyaksikan langsung prosesi yang berlangsung di Halaman Rumah Jabatan Bupati Barru.

Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Prosesi diawali dengan penyulutan obor secara simbolis kepada perwakilan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri dan Pramuka. Sesaat kemudian, api menyebar dari satu obor ke obor lainnya hingga seluruh peserta membawa cahaya masing-masing.


Dari satu api, menjadi ratusan cahaya. Dari satu semangat, menjadi gerak bersama.

Pawai kemudian bergerak dari Halaman Rumah Jabatan Bupati Barru menyusuri Jalan Sultan Hasanuddin menuju Tugu Payung, berlanjut ke Jalan Jenderal Sudirman, Jalan H.M. Saleh Lawa, sebelum kembali finis di Halaman Rumah Jabatan Bupati Barru.

Di sepanjang rute, suasana berlangsung semarak. Barisan peserta berjalan membawa obor, sementara masyarakat turut menyaksikan dari sisi jalan.

Bupati Andi Ina tampak menikmati suasana tersebut. Sesekali ia melambaikan tangan dan melontarkan candaan ringan kepada peserta.

“Jangan langsung pulang ke rumah,” ujar Bupati, yang langsung disambut riuh dan senyum para peserta.

Momen spontan itu mencairkan suasana. Sejumlah peserta bahkan memanfaatkan kesempatan untuk mengabadikan pawai melalui kamera ponsel.

Namun di balik kemeriahan itu, Bupati juga mengingatkan peserta untuk tetap berhati-hati, terutama saat membawa obor sepanjang perjalanan.

Pawai Obor bukan sekadar tradisi menjelang peringatan detik-detik Proklamasi. Nyala api yang dibawa dari tangan ke tangan menjadi simbol semangat perjuangan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Api itu kecil, tetapi pesan yang dibawanya besar: perjuangan tidak boleh padam.

Melalui Taptu dan Pawai Obor, semangat nasionalisme kembali dinyalakan. Pemerintah, aparat, ASN, Pramuka dan masyarakat berjalan bersama dalam satu barisan, menghidupkan kembali suasana perjuangan sekaligus mempererat kebersamaan.

Pawai Obor diikuti unsur TNI/Polri, ASN, Kementerian Agama Kabupaten Barru dan Gerakan Pramuka sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Malam itu, Barru tidak hanya menerangi jalan dengan obor.

Barru sedang menyalakan kembali ingatan tentang perjuangan—bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan harus dijaga, diisi dan diteruskan dengan kerja nyata.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama