Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Meningkatkan Rasa Nasionalisme, Yonif 141/AYJP Ikuti Upacara Hari Lahirnya Pancasila


MUARA ENIM (wartamerdeka.info) - Dalam rangka memperingati Hari lahirnya Pancasila, Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyelenggarakan Upacara pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2019, yang diselenggarakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Muara Enim dengan Inspektur Upacara Bupati Muara Enim Ir. H Ahmad Yani MM, Sabtu (01/06/2019).

Upacara Hari lahirnya Pancasila ini dihadiri oleh Wakil Bupati. Danrindam II/Sriwijaya, Dandim 0404/Muara Enim, Kapolres Muara Enim, Danyonif 141IAYJP, Ketua Transmigrasi, Kemeneg, Dansubdenpom Persiapan Muara Enim, Sekda para Dinas Instansi, dan Organisasi FKPPI.

Kegiatan ini diikuti  juga oleh 1 SSK personel Yonif 141/AYJP.

Dalam amanatnya Irup membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia.


Diingatkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah menjadi panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat lndonesia.

Nilai-nilai luhur Pancasila juga diperkenalkan kepada masyarakat dunia, salah satunya melalui pidato Presiden Soekarno mengenai Pancasila dalam Joint Congressional Session Kongres Amerika Serikat pada tanggal 17 Mei 1956.

"Pancasila adalah  Ideologi negara, suatu keyakinan dan pendirian yang azazi dan harus terus diperjuangkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,  yang Bhineka Tunggal ika dan demokratis, yang harus tercermin dengan pola dan sikap gotong royong, toleransi dalam keberagaman," pungkasnya. (Agus V)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama