Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pelaku Penyerangan Polisi Diduga Alami Gangguan Jiwa

Aparat Terus Lakukan Penyelidikan


SERANG (wartamerdeka.info) - Seorang anggota Polri diserang oleh orang tak dikenal pada saat melakukan pengamanan jalur wisata pantai Carita. Usai melukai anggota Polisi dengan sebuah pisau dapur, pelaku melarikan diri serta sempat terjadi pengejaran dan dilumpuhkan kaki korban karena tidak mengindahkan peringatan petugas.

Peristiwa tersebut terjadi di pertigaan Kadu Maria, Cikoneng,Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang-Banten sekitar pukul 14.30 WIB.

"Ya benar, korban adalah seorang anggota Polri , Brigadir Polisi Toma Sugara anggota Polsek Mandalawangi Resor Pandeglang," kata Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi P, S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi Jumat (7/6/2019).

AKBP Edy Sumardi mengungkapkan bahwa saat kejadian, Brigadir Polisi Toma Sugara sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas tiba-tiba diserang oleh pelaku berinisial DM (34) dengan menggunakan pisau kecil dan melukai sekitar pipi sebelah kanan korban.

Setelah melukai korban, DM yang diduga mengalami gangguan mental itu melarikan diri. Dalam keadaan terluka, Toma mengejar pelaku dan terpaksa melumpuhkannya karena tidak mengindahkan peringatan yang diberikan petugas.

"Ada indikasi bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Hal ini berdasarkan dari keterangan keluarga dan pihak Puskesmas Mandalawangi," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Indra L. Amstono mengaku pihaknya telah melakukan penyelidikan sementara dengan mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga DM.

"Dari hasil keterangan dan analisa sementara bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan sejak 2014 lalu. Dalam masa pengobatan atau berobat jalan dari seorang dokter di Puskesmas Mandalawangi," terangnya.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan upaya penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan informasi yang dapat membantu dalam prosesnya.

"Melakukan penyelidikan dan masih mendalami motif lain si pelaku. Pelaku merupakan warga Cikoneng Mandalawangi" pungkasnya.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama