Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Air PAM di Perumahan Rawalumbu Kayak Air Comberan

Foto: Air PAM yang sedang ditampung pada malam hari
BEKASI (wartamerdeka.info) - Sudah seminggu terakhir ini, air PAM (PDAM/Perusahaan Daerah Air Minum) di area Perumahan Rawalumbu, kota Bekasi, seperti air comberan.

Setiap hari, baik pagi, siang maupun malam hari, air PAM selalu keruh. Belum lg aliran airnya yang kecil dan lambat.

Warga mengeluhkan kualitas air PAM yang keruh, berbuih dan bau. Terutama ibu-ibu rumah tangga sekitar RT 004/RW 31.

Para ibu-ibu merasa kesal, karena harus selalu membuang air dari penampungan. Karena tidak layak digunakan untuk cuci piring, pakaian, apalagi untuk dimasak.

Salah satu keluhan terungkap dari Ibu Lusy, yang kesulitan dapat air bersih, dan merasa dirugikan.

"Air PAM selalu keruh, berbuih dan bau. Terpaksa kita harus buang airnya. Karena tidak layak untuk cuci pakaian, cuci piring, apalagi untuk diminum," ungkapnya kepada media, Minggu (14/07/2019) di depan rumahnya di Rawalumbu.

Menurutnya, kualitas air mestinya layak minum.

"Kalo begitu kualitas air PAM, mana bisa untuk diminum? Belum lagi kerugian yang harus kita tanggung, karena terpaksa membuang air keruh berember-ember tiap hari," tandasnya.

Keluhan yang sama juga datang dari Ibu Helmy, Ibu Kiki, Ibu Pras, Ibu RT, dan lainnya. Mereka mengeluhkan PDAM yang menyalurkan air kayak comberan.

Kondisi seperti itu sangat kerap terjadi. Bahkan sudah berbulan-bulan.

Sebab itu, para ibu rumah tangga tersebut akan menuntut PDAM, karena tidak mendapatkan air yang layak, dan merasa dirugikan.

"Lihat saja nanti mas. Kita akan rame-rame kesana," kata salah satu diantara mereka.

Pak RT 004/RW 31 yang dikonfirmasi perihal air keruh kayak comberan mengamini kondisi tersebut. Bahkan pihaknya juga akan melaporkan ke PDAM, agar benar-benar bertanggungjawab menyalurkan air minum yang layak bagi para warganya. (DANS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama