Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tri Adhianto Jadi Ketua PDI-P Kota Bekasi, Konfigurasi Politik Berubah


BEKASI (wartamerdeka.info) - Wakil walikota Bekasi, Tri Adhianto, yang akrab disapa Mas Tri (baca M3) yang saat pilkada beberapa waktu yang lalu memakai kendaraan PAN, saat ini berhasil menahkodai PDIP dalam Konfercab PDIP Kota Bekasi, pada Minggu (14/7). Meski para kader banteng sebagian menolak, namun M3 akan memuluskan langkahnya berkarir politik maju pada Pilkada 2023.

"Konfigurasi politik di Kota Bekasi langsung berubah, karena PDIP masuk gerbong pemerintahan. Pastinya PDIP yang berhasil meraup 12 kursi DPRD pinleg 2019, akan menyokong dan mengawal program pemerintahan daerah hingga 2023," jelas Pemerhati Kebijakan Publik Bekasi, Didit Susilo, hari ini.

Menurutnya, sejak pra pilkada tahun lalu, M3 sudah ingin masuk kandang banteng. Namun, DPC PDIP mengajukan calon tunggal Mochtar Mohamad (M2). DPP PDIP menolak nama M2 hingga akhirnya merekomendasi Sumiyati- Lilik Haryoso sejam sebelum tutup pendaftaran pasangan calon. Entah kenapa akhirnya PDIP tidak mengajukan pasangan calon dan mengalihkan dukungan ke Rahmat Effendi- Tri Adhianto.

"M3 harus terus mau mengkolaborasikan perpolitikan dan harus terus belajar banyak kepada Rahmat Effendi. Menunjukan kinerja pemerintahan yang harmonis dan saling melengkapi. Jangan ada friksi 'ban serep'. Jabatan Ketua DPC justru memperkuat fortofolio politik. Nanti jangan tergiur godaan perpecahan di tengah jalan," harapnya.

Didit menegaskan,Konfigurasi  perpolitikan lokal jelang 2023 ditentukan perjalanan karir politik M3, karena Rahmat Effendi sudah tidak bisa mencalonkan kembali. Sedangkan perjalanan panjang selama 4 tahun itu, apapun bisa terjadi. Termasuk kekuatan pendukung Pilpres Prabowo yang memiliki basis kekuatan politik signifikan dan menang di Kota Bekasi dua kali helatan Pilpres.

"Terus terang kalau M3 kepingin besar ya harus banyak belajar dengan Walikota Rahmat Effendi.I fakta rielnya dan ujian perjalanan harmonisasi ke depan," pungkasnya. (Pandi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama