Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Aparat Pantau Masyarakat yang Demo ke Kantor Bupati Cilacap


CILACAP (wartamerdeka.info) - Dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat aparat TNI dan Polri pantau masyarakat yang melakukan demo ke kantor Bupati Cilacap.

TNI diwakili Babinsa Slarang Koramil 06/Kesugihan Sertu Kusmindar bersama anggota Polsek Kesugihan memantau kegiatan pemberangkatan rombongan warga Dusun Winong Desa Slarang dan Mahasiswa Igopala yang akan melaksanakan Demo di depan Kantor Bupati Cilacap, Rabu (24/7/2019).

Kegiatan demo berangkat pada pukul 09.00 WIB dengan di ikuti oleh sekitar 300 orang menggunakan kendaraan mobil bak terbuka.

Kegiatan tersebut untuk menyampaikan aspirasinya tentang tolak energi kotor batubara yang dilakukan oleh PLTU Karangkandri Cilacap dengan di dampingi oleh LBH Yogyakarta dan Walhi Jateng.

Tuntutan yang disampaikan oleh warga yaitu menuntut hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, penghijauan di sekitar PLTU, bantuan PDAM yang diberikan PLTU agar digratiskan, kebisingan yang diakibatkan oleh proyek PLTU, debu batubara yang dianggap merugikan masyarakat winong.

Hadir pada kegiatan tersebut Kapolsek Kesugihan AKP Gunung Krido Wahono SH., Babinsa Sertu Kusmindar,Koorlap kegiatan demo Fandi Ramadan,Pendamping dari LBH Yogyakarta Lutfi Mubarak,Danang,Chalid Pelu dan dari Walhi yaitu Fahmi Bastian.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama