TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Babinsa Cilempuyang Bantu Antisipasi Gagal Panen Petani


CILACAP (wartamerdeka.info) - Babinsa Cilempuyang Koramil 14 Cimanggu Kodim 0703/Cilacap, Sertu Carnoyo melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos), dengan warga binaannya. Komsos tersebut, dilakukannya dengan membantu mengairi lahan persawahan para petani di Desa Cilempuyang, Kecamatan Cimanggu Timur, Kamis (04/07/2019).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk bakti anak terhadap orang tuanya dengan peduli membantu kesulitan yang dialami masyarakatnya membantu mengairi lahan petani warga binaannya, dimana kekeringan yang terjadi saat ini yang diakibatkan musim kemarau, menyebabkan beberapa area persawahan petani mengering. Hal itu tentunya akan  mengancam tanaman padi milik petani.

“Mereka khawatir gagal panen, sebab sudah lama hujan tidak turun, yang mengakibatkan lahan persawahan mereka mulai mengering,” terang Anggota Koramil 14 Cimanggu tersebut.

Sertu Carnoyo menjelaskan, saat ini sejumlah irigasi di daerah tersebut belum berjalan, yang mengakibatkan banyak aliran sungai  mulai mengering.
Jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan lahan persawahan para petani bisa ikut mengering dan mengakibatkan seluruh tanaman milik petani mati atau gagal panen.

Untuk menyelamatkan nasib petani dari musibah gagal panen, Sertu Carnoyo bersama petani pun berinisiatif untuk menyedot air dari dalam tanah dan sungai-sungai yang ada, dengan menggunakan mesin penyedot air.

"Alhamdulillah air sungai masih menyisakan sedikit air sehingga bisa kita sedot untuk mengairi sawah, semoga dapat menyelamatkan petani dari gagal panen, " kata Sertu Carnoyo senang. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama