Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bakamla RI Amankan Kapal Kayu Muat Puluhan Ton BBM Diduga Ilegal


BATAM (wartamerdeka.info) - Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) melalui KN Belut Laut dan Maritime Security Response Team (MSRT) mengamankan sebuah kapal  memuat puluhan ton BBM yang  diduga ilegal, di Perairan Pulau Rempang, Kepri, Senin (29/7/2019).

Kapal kayu milik WNI berinisial R itu diamankan Bakamla RI/IDNCG dalam operasi pengamanan laut yang rutin digelar sepanjang tahun. Kejadian bermula saat KN Belut Laut yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Heni Mulyono, S.T. mendeteksi adanya sebuah kapal kayu yang merubah haluan kapal di Selat Combol, Perairan Pulau Rembang. Kondisi kedalaman sekitar yang dangkal mendorong dilakukannya pengejaran dengan menggunakan sea rader.

Setelah kapal berhasil dikejar, dilakukanlah pemeriksaan, yang berlangsung sekira pukul 16.00 wib, Senin (29/7), dan diketahui adanya muatan BBM solar tidak kurang dari 70 ton, yang diduga ilegal. 

Kemudian, kapal beserta muatan ditarik dan ditenderkan disamping KN Belut Laut untuk diperiksa lebih lanjut. 

Saat berita ini diturunkan, kapal beserta muatan sudah sandar di Pangkalan Bakamla RI Barelang Batam guna proses penyelidikan lebih lanjut. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama