TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Bakamla RI Amankan Kapal Kayu Muat Puluhan Ton BBM Diduga Ilegal


BATAM (wartamerdeka.info) - Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) melalui KN Belut Laut dan Maritime Security Response Team (MSRT) mengamankan sebuah kapal  memuat puluhan ton BBM yang  diduga ilegal, di Perairan Pulau Rempang, Kepri, Senin (29/7/2019).

Kapal kayu milik WNI berinisial R itu diamankan Bakamla RI/IDNCG dalam operasi pengamanan laut yang rutin digelar sepanjang tahun. Kejadian bermula saat KN Belut Laut yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Heni Mulyono, S.T. mendeteksi adanya sebuah kapal kayu yang merubah haluan kapal di Selat Combol, Perairan Pulau Rembang. Kondisi kedalaman sekitar yang dangkal mendorong dilakukannya pengejaran dengan menggunakan sea rader.

Setelah kapal berhasil dikejar, dilakukanlah pemeriksaan, yang berlangsung sekira pukul 16.00 wib, Senin (29/7), dan diketahui adanya muatan BBM solar tidak kurang dari 70 ton, yang diduga ilegal. 

Kemudian, kapal beserta muatan ditarik dan ditenderkan disamping KN Belut Laut untuk diperiksa lebih lanjut. 

Saat berita ini diturunkan, kapal beserta muatan sudah sandar di Pangkalan Bakamla RI Barelang Batam guna proses penyelidikan lebih lanjut. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama