TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

BNN Muara Enim Hadiri Acara Musren BNN Pusat


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Selama tiga hari  dari tanggal 03 Juli sampai dengan 05 Juli 2019 Kepala BNN Muara Enim AKBP Abdul Rahman ST menghadiri musyawarah perencanaan Badan Narkotika 2019 yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional pusat  di ballroom Hotel Ciputra Petamburan Jakarta Barat,  Kamis (04/07/2019).

Musyaearan perencanaan ini  melibatkan seluruh unit kerja BNN baik pusat maupun yang ada di daerah yang meliputi sekitar 400 lebih personil.

Musyawarah BNN tahun 2019 ini  melakukan pembahasan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang oleh satuan unit kerja.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk jawaban atas kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sudah menjadi darurat narkoba.

Salah satu peserta musyawarah BNN tahun 2019 yaitu kepala BNN Muara Enim AKBP  Abdul Rahman mengatakan bahwa kegiatan tersebut penting bagi BNN guna menyerap berbagai aspek untuk meneruskan berbagai langka yang diwujudkan dalam bentuk program rencana kerja di tahun 2020 sebagai satu langkah aktif untuk menanggulangi kejahatan narkotika.

Dijelaskannya pula bahwa dalam kegiatan ini diisi berbagai materi yang diberikan oleh pihak pihak berkompeten baik dari kalangan internal BNN maupun dari perguruan tinggi yang tujuannya  memberikan pemahaman dan berbagai pola penanganan tentang maraknya peredaran narkotika di Indonesia. (Agus V)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama