Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Latihan Keamanan Cyber antara TNI dan Tentara Hawaii Berhasil dengan Baik


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Latihan keamanan cyber dan sistem teknologi yang dilaksanakan dalam bentuk Information System and Technology Exchange (ISTX)  antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hawaian National Guard (HING) atau Garda Nasional Tentara Hawaii yang merupakan komponen Angkatan Darat Amerika Serikat, berhasil dicapai dengan baik.

Demikian disampaikan Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo, saat menutup kegiatan pelatihan ISTX di Jakarta Room Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2019).

“Latihan yang diikuti oleh 34 personel militer terdiri dari 19 Prajurit TNI dan 15 Tentara Hawaii yang berlangsung mulai tanggal 22 s.d. 26 Juli 2019, sudah sesuai dengan tujuan baik dari pihak Indonesia maupun Amerika,” tambahnya.


Menurut Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo, para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini telah memahami software tentang deteksi dini dan analisa hal-hal yang berkaitan dengan keamanan cyber (cyber security). “Kegiatan pelatihan ini baik dari sesi akademik dan latihan telah selesai dilaksanakan, dan sudah sesuai dengan tujuan dari kedua belah pihak antara Indonesia dan Amerika,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ada beberapa manfaat pelatihan yang telah dicapai sesuai tujuan penyelenggaran ini, baik dari panitia maupun peserta. Manfaatnya adalah mengetahui bagaimana membangun infrastruktur sebagai proteksi dan peserta memperoleh lebih banyak pengetahuan dan prosedur bagaimana mempertahankan termasuk melindungi cyber network.

“Dalam pelatihan ini juga, para peserta menerima pengalaman dan keahlian, khususnya tentang prosedural dan pelajaran penting tentang cara terbaik untuk menyelamatkan jaringan, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan metode studi kasus serta pemecahan masalah bersama,” tutupnya.

Dalam kegiatan latihan tersebut, telah dilaksanakan berbagai pembekalan yaitu TNI Brief oleh Kolonel Budiman SP. M.Sc (Kabid Duk TI Pusinfolahta TNI)  dengan topik Indonesian current cyber security challenges and strategy to address/mitigate the future cyber security challenges ;  network security and cyber kill chain, network concept architecture, wireshark oleh Sgt Marc Masuno; network security monitoring oleh Sgt Koelzer ;  praktek menggunakan sofware wireshark  dan kibana, serta pembekalan  dari Hawaiian Telecom dengan materi distribution denial of service dan ISP.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama