Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Panglima TNI : Prajurit Satgas Pamtas Harus Tetap Jaga Nama Baik Satuan


PEKANBARU (wartamerdeka.info)  -Prajurit TNI yang akan ditugaskan dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) antara Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Sektor Barat dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 132/Bima Sakti harus tetap menjaga nama baik dan kehormatan diri, satuan, bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan ratusan Prajurit Yonif Raider 132/BS saat memimpin Apel Pemeriksaan Kesiapan Operasi Satgas Pamtas RI-RTDL Sektor Barat, bertempat di lapangan Batalyon Infanteri Raider 132/Bima Sakti, Bangkinang, Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (26/7/2019).

Panglima TNI berpesan bahwa setiap anggota harus menguasai sosial budaya masyarakat setempat. Termasuk diantaranya aturan-aturan adat yang ada. “Jangan terpengaruh budaya negatif yang ada, termasuk diantaranya kegiatan-kegiatan illegal sperti penyelundupan, narkoba, mabuk-mabukan, asusila,” harapnya.

“Pada setiap tim harus menguasai gambaran awal situasi dan kondisi wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk kerawanan-kerawanan yang mungkin timbul. Apabila kalian menemukan permasalahan yang tidak dapat kalian selesaikan, segera kalian laporkan ke Komando atas,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa Prajurit Satgas harus menguasai sosial budaya masyarakat setempat. Termasuk diantaranya aturan-aturan adat yang ada dan unsur Komandan jangan pula tanggung jawabnya untuk melaksanakan pembinaan mental maupun pembinaan personel secara keseluruhan.

“Pengamanan perbatasan di wilayah rawan tidak sekedar mengamankan patok, tetapi juga memenangkan hati dan pikiran rakyat. Artinya Satgas harus dekat dengan rakyat, tetapi tetap memperhatikan faktor keamanan,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menghimbau walaupun sedang melaksanakan tugas teritorial, setiap prajurit tetap disiplin menjaga kesehatan. Daerah operasi adalah daerah endemik malaria dan waspadai tingginya angka penderita AIDS.

Di akhir pengarahannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan pelihara moril, jiwa korsa, dan kekompakan, serta disiplin dalam pelaksanaan tugas. Isi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif. “Saya percaya kalian semua dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, karena kalian adalah prajurit ksatria yang terlatih dan profesional,” pungkasnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama