Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Prajurit TNI dan Tentara Hawaii Terima Pembekalan ISTX


JAKARTA (wartamerdeka) - Sebanyak 34 prajurit dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hawaian National Guard (HING) atau Garda Nasional Tentara Hawaii yang merupakan komponen Angkatan Darat Amerika Serikat menerima pembekalan Information System and Technology Exchange (ISTX) dalam menghadapi global proxy war, bertempat di Djakarta Room Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, latihan keamanan cyber dan sistem teknologi antara TNI dan HING dalam bentuk Information System and Technology Exchange telah dibuka secara resmi oleh Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo, kemarin.

Latihan ISTX dalam rangka meningkatkan kemampuan pemahaman mengenai cyber yang diikuti oleh 34 personel militer, terdiri dari 19 prajurit TNI dan 15 tentara Hawaii akan berlangsung sampai tanggal 26 Juli 2019 di Jakarta.

Materi pembekalan yang diberikan kepada 34 personel militer tersebut disampaikan oleh Ssgt Marc Masuno, Ssgt Melissa Provencio, Tsgt Kirk Koelzer dan Mr. Evan Horton.

Adapun jenis materi yang diterima oleh peserta latihan ISTX, diantaranya Network Security Monitoring, Networking Concepts, Network Security Monitoring Architecture, Network Security Monitoring Sensor Placement, Security Operations Center, Network Security Monitoring Analysis, Cybercrime, Cyber Kill Chain, Threat Intel, Cyber Kill Chain dan Distribution Denial of Service. (Puspen TNI)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama