Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

SPKKL Kupang Bakamla - Basarnas Cari Korban Kapal Tenggelam


KUPANG (wartamerdeka.info) - Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Kupang Bakamla bersama Basarnas Kupang hari ini melanjutkan operasi bersama. Operasi ini dilakukan dalam rangka pencarian dua korban kapal ikan Helong 04 yang tenggelam di Perairan Bisolo, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Rabu (10/7/2019).

Awal kejadian, pada Selasa (9/7) pukul 11.33 WITA, SPKKL Kupang menerima berita dari Kantor SAR Kupang Nomor : 154/SAR-303/0719 tanggal 9 Juli 2019 perihal Terjadinya Kecelakaan Kapal Ikan Helong 04 di perairan pantai Bisolo. Menanggapi berita tersebut Kepala SPKKL Kupang Mayor Bakamla Rudi Purnomo, S.Kom., M.Si langsung memerintahkan Serda Bakamla Dwi Santoso dan Kopi J. Menoh ikut dalam operasi bersama Basarnas untuk mencari korban dan kapal yang tenggelam.

Dari hasil pencarian tersebut, ditemukan empat korban dalam kondisi selamat. Bangkai kapal dan pukat ikan ditemukan di koordinat 9°48' 54.53" S - 123° 40' 2.96" E. Hingga Selasa malam, Tim SAR Bakamla dan Basarnas belum berhasil menemukan dua korban hilang.

Hari ini, Tim SAR Bakamla bersama Basarnas melanjutkan pencarian terhadap dua korban yang masih hilang di sekitar lokasi bangkai kapal yang tenggelam.

Pukul 11.00 WITA hingga berita ini diturunkan, perahu karet beranggotakan satu personel Bakamla dan empat personel Basarnas bertolak menuju pulau Semau. Hal ini berdasarkan  informasi dari warga bahwa satu orang yang diindikasikan sebagai korban telah ditemukan.

Diketahui dua korban yang hilang bernama Veli Mbori (26) dan Adipapa Mesah (30). Operasi akan terus dilakukan hingga ditemukannya dua korban tersebut.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama