TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Kadis Kominfo: Di Bawah Kendali Gubernur NA, Kini Tata Kelola Pemerintahan Sulsel Dalam Koridor Yang Tepat

Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Sulawesi Selatan  Ir H Andi Hasdullah MSi
MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Sulawesi Selatan  Ir H Andi Hasdullah MSi mengakui, di bawah kepemimpinan Gubernur HM Nurdin Abdullah (NA),  kini tata kelola Pemerintahan di lingkungan Pemprov makin membaik, dan dalam koridor yang tepat (on the right track position).

"Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) menjadi suatu keniscayaan seiring dengan tuntutan perubahan lingkungan strategis yang berubah dengan sangat cepat," ujar  Andi Hasdullah dalam press release-nya, hari ini.

Perubahan itu merupakan tuntutan era digital sistem, tuntutan masyarakat sipil,  tuntutan budaya dan nilai spritual termasuk tuntutan kompetitif daya saing daerah lokal dan global, tambah Hasdullah,  sehingga  mewujudkan tatakelola pemerintahan yang baik itu tidak lagi menjadi suatu pilihan tapi sudah menjadi keharusan.

Diungkapkannya, transformasi menuju tata kelola good governance di Sulawesi Selatan kini sudah dalam koridor yang tepat, karena proses menuju tatakelola yang baik itu langsung dikendalikan oleh pimpinan tetinggi pemerintahan Gubernur Nurdin Abdullah.

Hasdullah menambahkan bahwa laju perubahan prilaku suatu pemerintahan bisa saja ditekan dari faktor ekternal tapi kalau faktor internal "mental blok resistensi tinggi", maka perubahan itu akan berproses lamban bahkan bisa jalan di tempat.

"Tapi kalau dorongan perubahan itu dari dalam apalagi langsung pucuk pimpinan yang tegas dan komitmen (strong leader) maka perubahan prilaku pemerintahan yang baik itu akan berjalan cepat," tambahnya

Diuraikannya,  bahwa  perubahan prilaku organisasi pemerintahan yang baik itu ada beberapa faktor kunci starting poinnya yang perlu diperhatikan, seperti pertama, tatakelola harus sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada (don't ever agains the low)

Kedua, mendorong sistem pemerintahan digital SPBE dan peningkatan kualitas layanan publik.

Ketiga, menghadirkan perencanaan yang matang dan kinerja terukur yang berorientasi hasil nyata.

Keempat, pemerintahan yang terbuka transparan dan membangun kolaborasi sinergitas internal ekternal yang berbasis kerakyatan.

Lalu kemudian proses transformasi itu pasti berkonsekwensi memunculkan dinamika dan goncangan karena pola lama dipaksa untuk berubah memasuki pola baru  menyasar mulai dari perubahan pola pikir (change of mind), berkomitmen kemudian menjadi prilaku perorangan dan pada ahirnya menjadi prilaku organisasi.

"Hal itu kini sedang dan telah berproses di Sulawesi Selatan di bawah kendali  Gubernur Nurdin Abdullah.  Tentu kita harus support. Dan semoga semuanya dilancarkan untuk kemajuan dan kesejahtraan rakyat Sulawesi Selatan,"  tutup Hasdullah. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama