TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Air Bercampur Lumpur Genangi Pemukiman Penduduk, Akibat Proyek SPAM Di Purwakarta Bocor


PURWAKARTA  (wartamerdeka.info) -Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) di Kampung Karang Anyar RW 06 dan Perum Graha Marina 1 RW 08 Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta terkena dampak kebocoran proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang jebol.

Dugaan sementara pemasangan pipa dilakukan tanpa memperhatikan standar operasional prosedur (SOP). PT Adhi Karya disebut-sebut sebagai kontraktor pengerjaan proyek pipanisasi tahap dua di lokasi Kampung Karang Anyar RW 06 dan Perum Graha Marina 1 RW 08 Desa Maracang Kecamatan Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta

Tokoh Pemuda setempat Kang Rustam mengatakan, kejadian pipa bocor bermula di Kampung Karang Anyar RT20 RW06. Lalu melebar ke Perum Graha Marina RT 26 RW08. Warga meminta pertanggung jawaban dari pihak kontraktot proyek.

"Ada 30 rumah yang terdampak. Semoga bekas galian-galian sambungan SPAM segera dirapikan kembali," kata Rustam, dihubungi via pesan elektronik, Senin (16/9/2019) malam.

Pihak kontraktor juga diminta bertanggung jawab bilamana pengerjaan proyek ini berdampak pada kerusakan lingkungan.

"Jika di kemudian hari dampak getaran dari pipa SPAM membuat bangunan di atas pipa tersebut retak-retak, pihak kontraktor agar bisa bertanggung jawab," tegas Rustam

Sementara itu, pelaksana proyek SPAM dari PT Adhi Karya, Azis mengungkapkan, jika kebocoran yang terjadi ini dalam masa uji coba. Dikarenakan pipa yang sudah terpasang belum stabil.

"Akibat dari tekanan air yang begitu kuat, maka dalam uji coba kebocoran akan terjadi," ungkapnya.

Sebelumnya, kebocoran juga terjadi tetapi pada titik yang berbeda.

"Kebocoran sebelumnya sudah diperbaiki, tetapi kini terjadi lagi pada titik yang berbeda," kata Azis.

Ia pun mengakui, jika hasil pemasangan pipanisasi ini belum ditutup cor beton. "Seharusnya, langkah itu dilakukan agar bila terjadi kebocoran tidak meluber," ujar dia.

Akan tetapi, ia pun menampik jika saat ini dilakukan penutupan oleh cor beton akan sangat sulit untuk memperbaiki kalau ada kebocoran. Ia menjelaskan, jika saat ini pihaknya sedang melakukan perbaikan ,Pungkas Azis. ( A.Budiman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama