Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bamsoet: Perbedaan Pandangan Politik Jangan Putus Tali Silaturahmi


BALI (wartamerdeka.info) - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan duka cita mendalam atas wafatnya Ida Ayu Onik Mindawati, istri Plt Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih. Almarhumah dikenal sosok yang ceria, gemar memasak, dan selalu mendukung suaminya dalam membesarkan Partai Golkar, khususnya di Provinsi Bali.

"Semoga segala kebaikan dan ketulusan hati almarhumah selama menjalani hidup, bisa menjadi tambahan amal ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan, khususnya sang suami Pak Gde Sumarjaya Linggih yang sangat mencintai istrinya, bisa diberikan ketabahan dan ketegaran," ujar Bamsoet usai melayat ke kediaman keluarga Gde Sumarjaya Linggih, di Bali, Minggu (22/9/19).

Bendahara Umum DPP  Partai Golkar 2014-2016 ini mengajak seluruh keluarga besar Partai Golkar termasuk para pendukungnya mendoakan almarhumah. Jangan sampai lantaran berbeda pandangan politik dalam membesarkan Partai Golkar, sebagaimana diketahui Gde Sumarjaya Linggih merupakan salah satu pendukung Airlangga Hartarto, berimbas harus memutus hubungan kemanusiaan dan silaturahmi. Apalagi sesama kader dan keluarga besar Partai Golkar, perbedaan pandangan politik tak boleh menjadi jurang pemisah.

"Karena masa depan tak nampak, semua amalan ada catatannya dan tak selamanya tangan tergenggam. Politik hanya sementara, persaudaraan kemanusiaan selamanya. Dalam politik kita harus biasakan tidak boleh ada yang personal. Jangan di bawa ke perasaan atau baper. Karena kita tidak sedang bercinta,” pungkas Bamsoet. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama