Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Beda Mahasiswa Dan Massa Perusuh, Usai Demo Bersalaman Dengan Polisi


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sejak awal, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa unjuk rasa mahasiswa sangat berbeda dengan massa pendemo yang melakukan tindakan anarkisme.

Hal itu sangat terlihat, saat seribuan mahasiswa aksi demonstrasi dari BEM SI bubar dengan tertib diiringi sambil bersalaman dengan aparat kepolisian yang membuat barikade di dekat kolong Flyover Senayan, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta pada Selasa sore (1/10/2019).

Kawan-kawan mari kita kembali dan bubar dengan tertib, terima kasih Pak polisi yang sudah mengamankan aksi kami," ucap orator mahasiswa dari atas mobil komando.

Setelah itu, sebagian mahasiswa meninggalkan lokasi aksi dan bergegas kembali ke depan Gedung TVRI, Jalan Gerbang Pemuda menuju kendaraannya masing-masing.

Meski demikian, sebagian mahasiswa yang mayoritas dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta masih bertahan. Mereka bertahan dan menggelar salat Ashar berjamaah sebelum meninggalkan lokasi aksi.

Usai melaksanakan salat, mereka pun melanjutkan bersalaman dengan aparat kepolisian yang membuat barikade sambil bersalawat dan berzikir dan dilanjutkan membubarkan diri dengan tertib.(Bidhum)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama