Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Peringati Hari Santri, NU Gelar 1 Miliar Shalawat Nariyah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Dalam rangkaian peringatan Hari Santri 22 Oktober, PBNU melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan itu antara lain adalah Malam Puncak Hari Santri Nasional 2019 dengan pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah untuk Keselamatan Bangsa secara serentak seluruh Indonesia.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Agus Salim mengatakan, dalam pelakasaan kegiatan ini, PBNU mengoordinir warga NU dan juga kalangan pesantren untuk bersama-sama serentak membaca shalawat Nariyah di masing-masing lokasi dan titik domisilinya.

Kegiatan ini berpusat di Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari, Jakarta. Dilaksanakan setelah sholat Isya pada Senin malam Selasa, 21 Oktober 2019.

"Diikuti serentak warga NU dari Sabang sampai Merauke serta luar negeri," ujar Agus Salim di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (15/10).

Agus Salim mengemukakan, ada beberapa tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini. Pertama, mengharap berkah dan sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari ancaman apapun.

"Kita berharap tetap senantiasa hidup damai dan semoga menjadi apa yang disebut sebagai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur," ucapnya.

Kedua, dalam momentum pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah ini, PBNU juga ingin mengenang dan sekaligus mendoakan para pahlawan yang gugur dan tulus membela kedaulatan Tanah Air. "Jasa mereka, utamanya para ulama, selain harus kita kenang, yang tidak kalah penting adalah harus kita teladani," katanya.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Malam Puncak Hari Santri Nasional 2019 KH. Misbahul Munir mengungkapjan,  acara di Masjid Raya KH. Haayim Asy'ari ini akan diikuti oleh Ulama di Jajaran PBNU. Selain itu, juga akan dihadiri oleh Wakil Presiden.

"Iya, Kyai Ma'ruf akan hadir memberikan pidato kebangsaan, Gubernur DKI Jakarta Pak Anis juga hadir, serta alim ulama," imbuh Misbah. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama