Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Inilah Catatan Akhir Tahun Islam Ibu Kota 2019 Oleh Jakarta Islamic Centre


SEBAGAI pusat pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta, Jakarta Islamic Centre memberikan beberapa catatan mengenai beberapa peristiwa yang terjadi yang terkait dengan  persoalan umat Islam di Jakarta, Ibu Kota Indonesia, sepanjang tahun 2019 ini, seperti yang dijelaskan oleh Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre, H. Rakhmad Zailani Kiki (30/12).


Lebih lanjut Kiki memberikan empat catatan, yaitu:

Pertama, di awal tahun 2019 sampai pasca pemilihan presiden dan wakil presiden, umat Islam, khususnya di Ibu Kota, mengalami polarisasi dalam dua kubu kepentingan politik. Di negara yang menganut sistem demokrasi, polarisasi seperti ini adalah sebuah konsekuensi yang wajar dalam sebuah kompetisi politik yang seharusnya berlangsung dalam kegembiraan dan semangat persaudaraan. Setelah kompetisinya berakhir harusnya semua kembali menyatu.

Namun yang terjadi adalah kompetisi penuh kemarahan dan kebencian dengan polarisasi yang merusak ukhuwah islamiyah dan kerusakannya terus terjadi pasca pilpres bahkan sampai saat ini. Jika ini dibiarkan, tentu sangat merugikan umat Islam itu sendiri. Karenanya, ini harus segera diakhiri oleh para pemimpin Islam dengan segera melakukan pertemuan-pertemuan bersama secara intensif yang efeknya sampai ke akar rumput dalam semangat  untuk merajut kembali ukhuwah islamiyah dan memperkuatnya.

Kedua, terminologi radikalisme yang digunakan oleh  Pemerintah Pusat untuk melakukan penanggulangan yang serius terhadap paham dan gerakan kelompok Islam tertentu yang dianggap merongrong keutuhan NKRI  justru memperparah ukhuwah islamiyah yang sudah terkoyak, rusak, yang merupakan ekses dari Pilpres tahun 2019.

Banyak pihak yang sudah mengusulkan agar istilah radikalisme ini diganti dengan istilah lainnya, dicarikan istilah yang tidak mengundang polemik, seperti ekstremisme.  Selain itu, dalam upaya penanggulangannya, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan aparat yang berwenang perlu melibatkan ormas-ormas Islam dan  juga mengedepankan dialog serta pendekatan-pendekatan persuasif lainnya.

Ketiga, ghirah umat Islam dalam mengamalkan ajaran-ajaran Islam begitu tinggi dan menyentuh hampir di seluruh aspek kehidupan, terutama aspek ekonomi. Gerakan hijrah dari praktik ekonomi ribawi menjadi tren  umat Islam di Jakarta di tahun 2019 ini.

Sebagian mereka yang tergabung dalam gerakan hijrah ini dan terhimpun di berbagai wadah  adalah para pengusaha yang terlilit persoalan kredit macet di perbankan konvensional dan  para pelaku usaha atau konsumen yang terjerat pinjaman online.

Sekiranya para pihak terkait, baik pemerintah maupun ormas serta lembaga keuangan Islam, dapat cepat merespon gerakan hijrah ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi umat Islam, khususnya di Jakarta.

Keempat, pembatalan pemberian penghargaan Adi Karya Wisata 2019 kepada  diskotek Colosseum Club 1001 Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena merujuk rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) 10 Oktober 2019 patut diapresiasi dan menjadi momentum bagi pihak-pihak terkait untuk lebih menggalakkan kembali upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba di Ibu Kota.

Terlebih di tahun 2019 ini, DKI masih menjadi provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertnggi di Indonesia. Untuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, sekiranya BNNP Provinsi DKI Jakarta dapat lebih erat melibatkan alim ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Provinsi DKI Jakarta yang pada tahun 2019 ini telah memiliki pengurus cabang di lima wilayah kota dan satu kabupaten.

Sebab, alim ulama adalah pemimpin non formal yang hidup dan beraktivitas di tengah-tengah masyarakat. Ucapan  mereka masih sangat didengar dan dipatuhi umat. Mereka dapat memberikan penyuluhan secara efektif kepada masyarakat tentang bahaya narkoba melalui berbagai  ruang, media dan kesempatan yang mereka punya nyaris dua puluh empat jam, seperti khutbah Jumat, tabligh akbar, pengajian, dan-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...