Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dinas PRKP Lamongan Lakukan Kepras Pohon


LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Lamongan telah memetakan pohon yang rawan tumbang, untuk kemudian dilakukan penanganan.

Seperti disampaikan Bupati Fadeli, ini bagian dari mitigasi bencana untuk mengurangi resiko bencana akibat angin kencang.

Hal itu disampaikannya saat bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono meninjau kegiatan pemangkasan dahan pohon di sepanjang Jalan kusuma bangsa, Selasa (14/1).

Kegiatan dilakukan mulai dari depan pasar burung, hingga ke jalan pahlawan.

Fadeli berharap kegiatan mitigasi bencana tersebut dilanjutkan di berbagai lokasi.

Dan agar segera dilakukan pemotongan pohon yang rawan tumbang di tempat-tempat lain agar tidak terjadi bencana.

“Kita hari ini bersama jajaran forkopimda, Pemda, TNI dan Polri bersama-sama melakukan tindakan mitigasi bencana, yang salah satunya yakni melakukan pemotongan dan pemangkasan pohon rawan tumbang, pohon-pohon dengan dahan yang menganggu dan riskan
tumbang saat angin kencang," ungkap Fadeli.

Sementara itu Kepala Dinas PRKP Suyatmoko mengatakan, sudah mempunyai data pohon rawan tumbang. Baik yang kondisi riskan dan sangat riskan.

Dia menyebut ada 732 pohon yang rawan tumbang. Dengan rincian 625 kondisi riskan dan 107 amat riskan, dengan sebanyak 224 pohon diantaranya sudah ditindaklanjuti.

Dia menjelaskan bahwa pada pohon yang riskan tumbang dilakukan perapihan dan
pengurangan dahan serta cabang.
Sedangkan pada pohon yang amat riskan tumbang dilakukan pengurangan ketinggian (dikepras).

Kemudian pada pohon yang mati dilakukan pemotongan pohon dan penggantian tanaman.

Kegiatan mitigasi bencana ini akan diteruskan hingga semua pohon yang rawan tertangani.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama