Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Peduli Kaum Lansia Tidak Mampu, Ketua TP PKK Kabgor Fory Naway Siapkan Program "Bedah Kamar Lansia"

Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Gorontalo Dr. Fory Naway (tengah)

LIMBOTO (wartamerdeka.info) - Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Gorontalo Dr. Fory Naway mengatakan, PKK dan Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo terus berintegrasi dalam melaksanakan program,  salah satunya bedah kamar lansiadalam rangka pemenuhan fasiltas kamar bagi lanjut usia (Lansia).

“Bedah kamar itu bukan kamar yang dibongkar lalu dibangun. Namun bedah kamar bagi lansia yakni pemberian isinya dan fasilitas lainnya sehingga lansia nyaman dan sehat,” kata Fory Naway di setiap kunjugannya dalam program monitoring dan evaluasi program PKK desa.

Karena itu, Bunda PAUD itu berharap bagi ketua PKK desa dan sub PPKBD untuk selalu turun melakukan pendataan. Lansia yang di data adalah lansia yang memang lansia tidak mampu.

"Setelah datanya ada, laporkan ke PKK Kabupaten Gorontalo untuk ditindak lanjuti dengan program integrasi dinas sosial. Lansia yang benar-benar terhimpit ekonomi kita bantu, inilah tugas PKK,”tegasnya.

Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo itu mengatakan, tak hanya lansia yang menjadi perhatiannya tapi juga kaum Disabilitas.

Kaum Disabiltas yang tidak berdaya dari segi fisiknya dan ekonomi menjadi tugas PKK untuk membantu.

“Insyaa Allah PKK juga punya program dengan keroyokan bersama uang pribadi. Biasanya satu hingga dua rumah dibedah dengan mengacu informasi dan data dari PKK desa,” tandas Fory Naway. (Aris/irf)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama