Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Proyek Urug SMKN Maritim, Mengganggu Akses Jalan Warga

 
LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Kegiatan pematangan lahan (urug) dan pagar untuk pembangunan gedung SMKN Maritim di kelurahan Brondong, Lamongan hingga memasuki 2020 masih terus dikebut.

Padahal kegiatan tersebut adalah anggaran 2019 senilai hampir Rp 1 milyar dan harus selesai pada akhir tahun 2019. Tapi kenyataannya kegiatan tersebut masih terus berlangsung, bahkan terkesan proyek tersebut  dipaksakan. Padahal seharusnya memasuki musim penghujan proyek pematangan lahan dan pagar tersebut sudah tuntas.

Bisa ditebak, akses jalan kampung ke jalur proyek SMKN Maritim terganggu. Dan  kegiatan warga setempat pun jadi kurang lancar.

Pada waktu malam, bahkan tak ada penerangan sama sekali, suasananya sangat gelap. Sejumlah warga yang melintas di jalan tersebut nyaris terjatuh karena licin dan berlobang dengan genangan air.

Mewakili sejumlah warga, direktur LP3M,  Lamongan, Nukman, sangat menyayangkan rusaknya akses jalan menuju proyek pembangunan SMKN Maritim itu. Menurut dia, pihak terkait atau dinas pendidikan propinsi Jawa timur, mestinya harus mengantisipasi terjadinya kerusakan jalan itu. Sebab hampir setiap hari saat dumtruck mengangkut material urug, jelas bebannya tidak ringan.

"Apalagi kegiatannya dimulai justru memasuki musim penghujan," ungkap aktifis ini.

Nukman bahkan menyesalkan proyek tersebut sangat terkesan dipaksakan untuk dikerjakan diujung tahun anggaran. Padahal, masuk musim hujan seharusnya sudah selesai.

"Itu berarti saat survey dan analisa lokasi kurang komprehensif," tandas dia.
Terpisah, Kabid SMK dinas propinsi Jawa Timur, Hartono dikonfirmasi melalui saluran WA hingga berita ini tayang belum memberi penjelasan. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama