TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Proyek Urug SMKN Maritim, Mengganggu Akses Jalan Warga

 
LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Kegiatan pematangan lahan (urug) dan pagar untuk pembangunan gedung SMKN Maritim di kelurahan Brondong, Lamongan hingga memasuki 2020 masih terus dikebut.

Padahal kegiatan tersebut adalah anggaran 2019 senilai hampir Rp 1 milyar dan harus selesai pada akhir tahun 2019. Tapi kenyataannya kegiatan tersebut masih terus berlangsung, bahkan terkesan proyek tersebut  dipaksakan. Padahal seharusnya memasuki musim penghujan proyek pematangan lahan dan pagar tersebut sudah tuntas.

Bisa ditebak, akses jalan kampung ke jalur proyek SMKN Maritim terganggu. Dan  kegiatan warga setempat pun jadi kurang lancar.

Pada waktu malam, bahkan tak ada penerangan sama sekali, suasananya sangat gelap. Sejumlah warga yang melintas di jalan tersebut nyaris terjatuh karena licin dan berlobang dengan genangan air.

Mewakili sejumlah warga, direktur LP3M,  Lamongan, Nukman, sangat menyayangkan rusaknya akses jalan menuju proyek pembangunan SMKN Maritim itu. Menurut dia, pihak terkait atau dinas pendidikan propinsi Jawa timur, mestinya harus mengantisipasi terjadinya kerusakan jalan itu. Sebab hampir setiap hari saat dumtruck mengangkut material urug, jelas bebannya tidak ringan.

"Apalagi kegiatannya dimulai justru memasuki musim penghujan," ungkap aktifis ini.

Nukman bahkan menyesalkan proyek tersebut sangat terkesan dipaksakan untuk dikerjakan diujung tahun anggaran. Padahal, masuk musim hujan seharusnya sudah selesai.

"Itu berarti saat survey dan analisa lokasi kurang komprehensif," tandas dia.
Terpisah, Kabid SMK dinas propinsi Jawa Timur, Hartono dikonfirmasi melalui saluran WA hingga berita ini tayang belum memberi penjelasan. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama