Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

TNI Akan Berangkatkan Satgas Garuda Penanggulangan Karhutla di Australia


JALARTA (wartamerdeka.info) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Garuda RI untuk membantu penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Negara Australia.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada saat rapat kerja dengan Komisi 1 DPR RI, bertempat di Ruang rapat Komisi 1 DPR RI, Jl. Jenderal Gatot Soebroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Panglima TNI menyampaikan bahwa yang menjadi dasar dalam pengiriman pasukan Satgas Garuda ke Australia yaitu, pertama Lombok Treaty 2006 yang ditanda-tangani oleh Menlu RI dan Menlu Australia pada tanggal 13 November 2006. Dalam perjanjian tersebut terdapat 21 kerja sama keamanan yang terangkum dalam satu bidang termasuk diantaranya adalah kerja sama tanggap darurat.

Kedua adalah hasil High Level Komite Ausindo ke-7 yang ditanda-tangani oleh Panglima TNI dan Chief Of Defense Force Australia pada tanggal 1 Agustus 2019 di Yogyakarta, yang salah satu poin pentingnya adalah penekanan  Humanitarian Assistance/Disaster Relieve  (HADR) sebagai salah satu prioritas operasi dan latihan bagi kedua angkatan bersenjata.

Pada tanggal 14 Januari 2020 lalu Atase Pertahanan (Athan) Indonesia di Canberra mengirimkan surat kepada Panglima TNI melaporkan hasil rapat dengan Asops Angkatan Bersenjata Australia yang membahas kebutuhan prioritas ADF dalam membantu pemadaman kebakaran hutan di Australia. Pada hari itu juga Panglima TNI menyatakan keprihatinan seluruh prajurit TNI atas bencana Karhutla yang menimpa Australia dan menyatakan kesediaan TNI untuk ikut serta dalam penanggulangan bencana Karhutla Australia.

TNI dan Australian Defence Force (ADF) telah lama saling membantu dan bekerjasama dalam hal penanganan bencana alam. Pada tahun 1974 TNI pernah memberikan bantuan kepada Australia ketika dilanda bencana alam angin topan (Cyclone Tracy). Demikian juga Australia dan ADF sering membantu Indonesia ketika dilanda berbagai bencana alam.

Personel Satgas Garuda RI yang akan diberangkatkan sebanyak satu Satuan Setingkat Peleton (SST) yang terdiri dari Batalyon Zeni Konstruksi AD, Batalyon Marinir, dan Dinas Konstruksi TNI AU dengan menggunakan pesawat TNI AU bertolak dari Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma menuju Australia. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama