Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Bamsoet Ajak Ormas Perang Total Melawan Narkoba


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo tak ingin generasi muda yang punya segudang potensi dan kreatifitas, justru terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas), khususnya yang bergerak di bidang kepemudaan, diharapkan mampu menjadi benteng penangkal maraknya penyalahgunaan narkoba.

"Ormas juga bisa dimaksimalkan menjadi tempat rehabilitasi oleh mereka yang sudah terlanjur terjerembab dalam penyalahgunaan narkoba. Penguatan Ormas kepemudaan menjadi hal yang tak terelakan, mengingat teror narkoba semakin merajalela," tegas Bamsoet saat menjadi pembicara kunci sekaligus membuka acara diskusi 'Memaksimalkan Peran Ormas dan Standarisasi Nasional Rehabilitasi Dalam Rangka Merehabilitasi Ketergantungan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif', di Gedung Juang Jakarta, Jumat (21/2/20).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyoroti masih tingginya peningkatan pengguna narkoba di Indonesia. Sebagaimana dilaporkan Badan Narkotika Nasional (BNN), di tahun 2019 setidaknya ada 3,6 juta orang yang menggunakan narkoba. Tak hanya di Indonesia, dunia juga mengalami persoalan yang sama.

"Laporan  United Nation Office ond Drugs and Crime (UNODC) dalam World Drug Report 2019 memperkirakan pada tahun 2017 terdapat 271 juta orang di dunia, dimana 5,5 persen dari populasi global berusia 15-64 tahun, telah menggunakan narkoba. Sementara 35 juta orang diperkirakan hingga kini masih menderita gangguan penggunaan narkoba," tandas Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI 2014-2018 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menaruh harapan besar kepada Ormas agar terus menerus mengingatkan generasi bangsa betapa bahayanya menggunakan narkoba. Bukan hanya masa depan si korban yang hilang, masa depan keluarga dan bangsa juga turut dipertaruhkan.

"Tak menutup kemungkinan, masuknya narkoba dari luar negeri yang diselundupkan melalui berbagai jalur ke Indonesia, merupakan invansi senyap dari berbagai pihak yang tak ingin melihat Indonesia maju menjadi kekuatan ekonomi, sosial, dan politik dunia," tutur Bamsoet.

Bagi Wakil Ketua Umum SOKSI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini, Indonesia punya modal besar menjadi bangsa yang digdaya. Luas wilayah, besarnya jumlah penduduk, serta limpahan kekayaan alam menjadi penunjangnya. Jika ada pihak yang ingin merusaknya, salah satu caranya adalah dengan menghancurkan generasi muda.

"Jika generasi muda sebuah bangsa sudah rusak, masa depan bangsanya tidak lagi ada harapan. Kesadaran generasi muda menjaga bangsa ini harus ditunjukan, salah satunya dengan peranh total melawan narkoba," pungkas Bamsoet. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama