Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Ada 4 Kasus Baru, Total Positif Covid-19 Di Kota Tasikmalaya 37 Orang

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan 

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Di Tasikmalaya kini bertambah lagi empat kasus baru pasien positif covid-19. Dengan begitu, total terdapat 37 pasien positif, dengan rincian 11 orang sembuh, 23 masih dalam perawatan, dan tiga orang meninggal dunia.

Penambahan empat kasus baru itu merupakan hasil uji cepat (rapid test). Artinya, dari 37 kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya, 23 orang dikonfirmasi melalui hasil tes swab dan 14 melalui rapid test.

Berdasarkan keterangan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan bahwa empat kasus baru itu merupakan pengembangan dari puskesmas di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Empat orang itu di antaranya adalah perawat dan beberapa karyawan puskesmas.

"Kita belum tahu apa dari sana ada yang ke masyarakat, tapi akan kita tracing," kata Juru Bicara Covid-19 Kota Tasikmalaya itu, saat dikonfirmasi para awak media, Minggu (17/05/2020).

Ivan menduga besar kemungkinan 4 kasus positif baru itu adalah hasil transmisi lokal, Sebab, seluruh wilayah Jawa Barat telah melalukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Artinya, pendatang dari luar Jabar dapat tertahan selama PSBB. Karena itu, besar kemungkinan kasus positif baru adalah hasil transmisi lokal.

Atas penambahan kasus itu, ia mengingatkan masyarakat, agar semakin waspada, dan tidak terlena dengan suasana Ramadhan dan menjelang Lebaran untuk menjadi alasan keluar rumah.

Dan harus terus mengikuti anjuran pemerintah, menerapkan jaga jarak (physical distancing), dan selalu menggunakan masker. "Karena sudah ada kecenderungan terjadi transmisi lokal," katanya  (H. Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama