JAKARTA (wartamerdeka.info) - Wujud Perhatian dan Apresiasi, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny Hetty Andika Perkasa didampingi Wakil Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Santi Fachruddin beserta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Pusat memberikan bantuan berupa paket sembako kepada penggali kubur dan penjaga/perawat makam yang memiliki peran mulia dalam penanganan Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E., M.M., di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Jum’at (29/5/2020).
"Bantuan paket sembako dan bingkisan ini, sebagai wujud perhatian dan apresiasi Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana beserta Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat kepada mereka yang bekerja dengan risiko tinggi, karena banyak yang dimakamkan dengan protokol COVID-19," ucapnya.
Selain para penggali kubur dan perawat makam, kata Kolonel Nefra, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana juga memberikan bantuan sembako kepada para pedagang makanan, penjual bunga serta warga sekitar area TPU Pondok Ranggon.
Lebih lanjut Kadispenad menuturkan bahwa selama berkeliling memberikan bingkisan di area TPU, Ibu Hetty mengucapkan terimakasih kepada para petugas makam atas dedikasi kerja mereka sambil mengingatkan juga akan pentingnya menjaga kesehatan.
"Bapak-bapak terimakasih ya, jangan lupa tetap jaga kesehatan ya, pesan Ibu Hetty," ungkap Kadispenad.
Dalam bakti sosial ini, ratusan paket sembako diberikan oleh Ibu Hetty bersama Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Pusat kepada para petugas di TPU.
Salah satu yang menerima bingkisan yaitu Imang Maulana (45) yang saat itu sedang bersih-bersih makam. Ketika mendapatkan paket sembako dari Ibu Hetty dirinya sangat senang dan bahagia.
“Terimakasih ibu atas bingkisannya, ini sangat berarti bagi saya. Karena jarang orang yang peduli kepada kami para pekerja makam,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Hetty juga berkesempatan mengunjungi dan memberikan bingkisan ke rumah salah satu petugas penggali kubur bernama Suryadi (27).
Suryadi ini sudah 10 tahun bekerja sebagai penggali kubur dan sudah puluhan jenazah terdampak Covid-19, yang telah dia kuburkan di TPU ini.
Saat ditemui, Suryadi ayah satu putri yang tinggal bersama nenek dan bibinya tersebut, tampak gembira dikunjungi dan diberikan bingkisan oleh Ibu Andika Perkasa.
Iapun menceritakan terkait profesinya sebagai penggali kubur ditengah pandemi virus covid 19. "Sudah banyak, tidak terhitung jenazah terdampak Covid yang sudah saya kuburkan. Awalnya sih takut tapi sekarang sudah biasa, kan pakai APD juga," kata Suryadi.
"Terimakasih kepada ibu Kasad, yang telah peduli kepada saya dan teman-teman atas bingkisannya. Semoga Ibu sehat selamanya," ucapnya Suryadi sambil tersenyum bahagia.
Usai mengunjungi rumah Suryadi, Ibu Hetty melaksanakan ziarah ke makam mertuanya (Orang tua Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa), yang di makamkan di TPU Pondok Ranggon. Tidak lupa Ibu Hetty pun memberikan bingkisan kepada Pak Bonan (45) yang bertugas merawat makam mertua dari Ibu Hetty yang sudah Ia lakukan hampir 5 tahun lebih.
Selain para pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Pusat, kegiatan ini juga dihadiri oleh Danrem 051/WKT, Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, Dandenma Mabesad Brigjen TNI Haryono dan Dandim Jakarta Timur. (Persit KCK Pusat)
Tags
Ragam


Tak ada rotan, akar pun jadi. Pepatah ini menjadi pedoman bagi ayah empat orang anak dalam menjalankan hidupnya sehari-hari.
Artinya berbagi dengan ketulusan hati merupakan prinsip hidupnya, kendati dirinya hanya seorang ASN yang memiliki keterbatasan penghasilan. Sebut saja namanya, Anda Abdul Hasis, warga Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten.
Anda mengaku sudah menjadi gaya hidupnya yang sederhana tetapi tetap berbagi untuk orang lain yang mengalami kesulitan.
"Saya petugas pemerintah, tidak memiliki harta benda, dengan gaji standar pemerintah. Tetapi berbuat untuk kepentingan orang yang membutuhkan tidak berarti harus dengan materi, hanya tenaga dan pikiran serta ilmu yang saya miliki," kata Anda Abdul Hasis.
Aktivitasnya selama ini, selain sebagai ASN di Dinas Kelautan dan Perikanan, Anda juga aktif di berbagai organisasi yang visi misinya sejalan dengan prinsip hidup. Dirinya selalu memilih organisasi yang mementingkan orang banyak.
Saat ini Anda menangani Serikat Nelayan Nahdhatul Ulama, Cabang Kota Serang Banten, tugasnya berupaya mengangkat derajat para nelayan yang berdomisili di Kota Serang bersama rekan lainnya yang sejalan.
"Nelayan itu juga warga negara yang membutuhkan perhatian kita," kata Anda.
Nelayan setidaknya sama dengan warga lain di luar kawasan nelayan. Menurutnya, mereka juga punya hak yang sama dengan warga lainnya.
Anda juga selama ini bergerak menjembatani antara pihak, seperti yang baru baru ini dilakukan, menangani warga yang mengalami cacat tubuh (disabilitas). Sebagai aktivis, Anda selalu berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang memiliki program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility).
Terakhir, Anda Abdul Hasis bergerak bersama para pengurus Musholah Darul Asyrof Kasemen, menggelar acara berbagi kasih di bulan suci.
"Sayta kan memosisikan diri sebagai mediator, antara para donatur dan anak-anak yatim serta para warga dhuafa di sekitar kecamatan Kasemen," ujar Anda, yang mengaku acaranya atas kerjasama dengan kalangan muda dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Serang.
