Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Obat Covid-19, Remdesivir Akan Diproduksi Di 127 Negara

Foto: Ilustrasi
WASHINGNTON (wartamerdeka.info) - Gilead Sciences, produsen remdesivir untuk mengobati virus corona (Covid-19) mencapai kesepakatan lisensi dengan lima produsen obat generik untuk membuat obat antiviral di 127 negara, tidak termasuk Amerika Serikat (AS). Demikian perusahaan mengumumkan pada Selasa atau Rabu WIB (13/5/2020).

Produsen obat Mylan, Cipla, Laboratorium Ferozsons, Hetero Labs dan Jubilant Lifesciences akan memproduksi remdesivir dan mendistribusikan di negara berpenghasilan rendah dan menengah bawah, serta beberapa negara berpenghasilan menengah atas yang menghadapi hambatan perawatan kesehatan di tengah pandemi.

"Kesepakatan itu bebas royalti sampai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Covid-19 tidak lagi menjadi krisis kesehatan global atau sampai produk farmasi selain remdesivir atau vaksin disetujui untuk mengobati atau mencegah Covid-19,"kata perusahaan.

Food and Drug Administration AS pada 1 Mei memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk obat remdesivir milik Gilead untuk mengobati Covid-19, yang telah menginfeksi lebih 4 juta orang di seluruh dunia dalam waktu empat bulan, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Obat intravena telah membantu mempersingkat waktu pemulihan beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, data uji klinis baru menunjukkan. Dokter kemungkinan akan mempertimbangkan penggunaan remdesivir untuk mengobati virus corona.

CEO Gilead Daniel O'Day mengatakan kepada CNBC awal bulan ini bahwa perusahaan sedang berupaya memperluas rantai pasokan setelah belajar dari wabah serius lainnya seperti influenza.

Perusahaan mengharapkan bisa memproduksi lebih 140.000 paket untuk pengobatan 10 hari pada akhir bulan ini. Perusahaan juga mengantisipasi membuat 1 juta paket pada akhir tahun ini. Gilead mengatakan perusahaan dapat memproduksi beberapa juta obat antivirus untuk tahun depan. (B)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama