TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Danrem 071/Wijayakusuma Apresiasi Budidaya Ikan Air Tawar Sistim Bioflok


PEKALONGAN (wartamerdeka.info) – Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan Syafrudin, S.I.P bersama Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 071/WK didampingi Kasi Intel Rem 071 dan Kasi Ops Rem 071 mengadakan kunjungan kerja di Kodim 0710/Pekalongan, pada hari Kamis (9/7/2020).

Dalam kunjungannya, selain untuk bertatap muka langsung dan memperkenalkan diri sebagai Komandan Korem 071 yang baru kepada prajurit dan persit Kodim 0710/Pekalongan, juga untuk melihat sarana dan prasarana serta bangunan yang ada di lingkungan Makodim.

Salah satu yang menarik perhatian dari Komandan Korem 071 adalah budidaya ikan air tawar (ikan nila) yang dikembangkan oleh Kodim 0710/Pekalongan, yang bertempat di depan lapangan apel Makodim setempat.

Disela-sela kunjungannya, Kolonel Inf Lagan menyempatkan diri untuk melihat secara langsung budidaya ikan air tawar yang dikembangkan dengan sistim Bioflok dan berkesempatan memberi makan pada ikan-ikan tersebut.

“Budidaya ikan ini sangat bagus dan bisa dikembangkan ditempat lain, sangat menginpirasi”, ungkap Danrem.

Seperti diketahui bersama, bahwa saat ini Kodim 0710/Pekalongan memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit untuk ditanami sayuran dengan menggunakan sistem Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL), dan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok.

Bioflok, yang merupakan kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, ataupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan (floc). Bioflok ini berasal dari kata “BIOS” yang artinya kehidupan dan “FLOC” yang berarti gumpalan.

Budidaya ikan dengan sistem  bioflok ini merupakan teknik pemeliharaan ikan dengan memaksimalkan jumlah tebar ikan nila pada wadah terbatas, dimana airnya dikondisikan menjadi kaya mikroorganisme.

Saat ini ada sekitar 1.000 ekor ikan nila yang dibudidayakan dengan 4 media bioflok yang dibuat, dengan masing-masing satu bioflok berisi 250 benih ikan nila. (D)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama