// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Lintas Berita: Korban sipil meningkat di Iran dan Israel


Operasi militer AS-Israel di Iran sejak Minggu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 30 orang, sementara rudal Iran terus menghantam banyak tempat di Israel, mengakibatkan empat kematian.
Beberapa media Iran melaporkan bahwa 13 orang tewas dalam serangan udara semalam yang menghantam unit perumahan di provinsi Teheran hingga Senin.

Lanjut...

WMChannel


 

Hakim Dan Staf PN Kobar Jalani Rapid Test


KOBAR (wartamerdeka.info) - Situasi pandemi covid 19 masih menghantui warga masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar), kendati sudah menasuki masa new normal.

Pemerintah Daerah Kobar  pun sering mengingatkan masyarakat, agar selalu menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Untuk mencegah dan mendeteksi perkembangan Covid-19 ini Pengadilan Negeri kelas I B Pangkalan Bun, Kobar,  selama dua hari berturut-turut melaksanakan rapid test terhadap semua hakim dan staf PN.

Humas PN Pangkalan Bun Mantiko Sumanda SH MKn membenarkan bahwa seluruh jajaran hakim dan stap serta tanaga kontrak mengikuti kegiatan rapid test sesuai protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan  kondisi kesehatan jajaran hakim dan staf   di lingkungan PN Pangkalan Bun.

Menurut Mantiko sebanyak tiga puluh empat orang, dari hakim dan staf termasuk ketua PN mengikuti rapid test ini.

"Alhamdulillah,  tidak ada gejala atau reaktif," ucapnya. (taufik hidayat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama