Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Jalan Kaki 3 Km, Warga Kp Suskun Minta Perobatan ke Satgas Raider 100

Satgas Raider 100 bantu perobatan luka lama Erison di bagian mata kaki

KEEROM (wartamerdeka.info) - Dengan berjalan kaki sejauh 3 Km, Musiusangaji (32) membawa anaknya, Erison (10), untuk mendapat perobatan di Pos Wembes Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS di Distrik Mannem, Kebupaten Keerom, Papua.

Erison menderita nyeri pada mata kaki sebelah kiri akibat luka lamanya (bekas bisul) kambuh kembali.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS, Mayor Inf M Zia Ulhaq dari Keerom, Papua, Kamis (23/7/2020).

Dansatgas menjelaskan, ayah dan anak yang merupakan warga Kampung Suskun, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom ini rela menempuh jarak yang cukup jauh demi mendapatkan perawatan medis dari Tim Kesehatan Satgas Raider 100

Di Pos Wembes, tim kesehatan yang dipimpin Sertu Adik Syahwanto dibantu Praka Wendi dan Pratu Trijaka, melakukan pemeriksaan luka bekas bisul di kaki kiri Erison.

"Dari hasil pemeriksaan, ternyata luka lama itu sudah menganga sekitar 3 cm. Inilah yang menimbulkan rasa nyeri dan berdenyut. Karenanya tim kesehatan langsung melakukan pensterilan pada bekas luka, kemudian memberikan Betadine dan diperban," urai Dansatgas.

Dari laporan Tim Kesehatan Pos Wembes, Dansatgas mengetahui kalau luka yang diderita Erison tidak parah, sehingga tidak diperlukan penanganan medis lebih jauh.

"Setelah diobati dan diperban, kepada adik Erison diingatkan untuk menjaga jangan sampai kena air, sampai bekas luka benar-benar kering," ucap Dansatgas mengakhiri.

Sementara, bapak Musiusangaji merasa lega setelah mengetahui bahwa luka pada kaki anaknya tidak parah.

"Terima kasih kepada bapak TNI dari Pos Wembes Satgas Raider 100 yang sudah membantu perobatan kepada anak saya. Kini saya tidak khawatir lagi, karena sudah ada bapak-bapak TNI yang siap membantu warga," ungkapnya.

(Sumber: Pen Yon R-100)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama