Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Lamongan Sedang Masuk Era Normal Baru


LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Kabupaten Lamongan tampaknya tidak serta merta masuk dalam suasana kehidupan normal baru, akan tetapi masuk dalam kondisi memasuki tahapan menuju normal baru, meski sarana dan prasarana di hampir keseluruhannya mulai kembali dioperasikan.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) kabupaten Lamongan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara gencar dan mensosialisasikan kampung-kampung, pondok pesantren, sekolah, kantor, maupun pasar tangguh.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Tim GTPPC setempat,  di Pendopo Lokatantra, Senin (6/7), Bupati Lamongan, Fadeli menyatakan Lamongan masih berada pada fase kelima tahapan menuju normal baru.

Seperti diketahui, untuk menuju normal baru harus melalui lima tahapan yakni prakondisi, timing, prioritas, tahap koordinasi pusat dan daerah, serta monitoring dan evaluasi.

"Lamongan masih dalam tahap untuk terus berupaya mengevaluasi kesiapan masyarakat menuju normal baru," kata Fadeli.

Selain itu, bupati juga memerintahkan agar terus dilakukan tracing, screening sebanyak-banyaknya, agar tidak ada satu pun penderita covid yang terlewatkan.

Sementara, Jubir GTPPC Lamongan, Taufiq Hidayat menyebut Lamongan tidak pernah membatasi adanya swap, swap masih ada, bahkan semenjak di Rumah Sakit dr.  Soegiri sudah ada (mesin PCR).

"Kami menghimbau untuk memanfaatkan yang ada di sini agar hasilnya tidak delay dan keluar lebih cepat,” ungkap juru bicara GTPPC Lamongan, Taufik Hidayat.

Terkait pembukaan tempat-tempat wisata, Bupati Fadeli menyatakan bahwa Lamongan sudah siap membuka dengan syarat pemberlakuan rambu-rambu dan protokol kesehatan, serta pembatasan. Selain itu, terkait test rapid bagi mahasiswa dari Lamongan, Bupati menyatakan bebas bagi yang tidak mampu, serta bagi yang berbayar biaya disesuaikan.

Bupati juga berharap calon mahasiswa yang akan melakukan tes masuk perguruan tinggi untuk tetap berhati-hati dan segera kembali ke rumah jika dirasa tidak ada kepentingan lain yang mendesak.
“Mudah-mudahan dengan berbagai upaya ini, tingkat positif di Lamongan dapat terus semakin turun, yang sakit juga segera sembuh,” ujar Bupati Fadeli.(Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama