Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pasukan Garuda Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line


KONGA (wartamerdeka.info) -  Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-N/UNIFIL atau Indobatt menggelar latihan kesiapsiagaan Batalyon Mobile Reserve (BMR) dari Kompi Delta secara langsung ke lokasi Blue Line di TP 35 dan TP 36 yang sering terjadi ketegangan di wilayah Kompi Alpha, Al Adaysseh Lebanon Selatan, dimana dinilai dapat mencegah ketegangan yang semakin memanas serta menjamin keselamatan jiwa personel Satgas Indobatt.

Penilaian situasi tersebut dinyatakan dengan Alert Status oleh United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), melalui latihan BMR oleh Konga XXIII-N/UNIFIL, baik Kompi Delta di United Nations Potition (UNP) 7-1, Adshid Al Qusayr maupun Kompi Alpha yang berada di UNP 9-63, Selasa (30/6/2020).

Latihan yang dilaksanakan dalam bentuk drill teknis hingga drill taktis, untuk menentukan siapa dan berbuat apa pasukan BMR pada saat di lokasi kejadian. Latihan BMR yang digelar sekaligus menguji kepiawaian driver dalam mengawaki kendaraan tempur jenis Vehicule de l'Avant Blinde (VAB) buatan Prancis di medan Lebanon Selatan yang terdiri bukit bebatuan yang terjal dan curam.

Dansatgas Yonmek TNI Konga XXIII-N Letkol Inf Prasetyo Ari Wibowo, S.Sos., M.I.Pol. menyampaikan, tujuan dari Latihan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diharapkan mampu melatih para pasukan Konga XXIII-N/UNIFIL lebih mawas diri dalam mempersiapkan personel dan materiil secara cepat, apabila terjadi hal menonjol serta personel BMR mengetahui hot spot yang sering terjadi ketegangan di Area Of Responsibility (AOR) Kompi Alpha, sehingga lebih memahami tugas dan tanggung jawab sebagai pasukan peacekeepers dalam menjaga perdamaian dunia.

Ditambahkan oleh Dansatgas bahwa kesuksesan latihan tidak terlepas dari skenario yang telah disiapkan oleh Kasi Ops Mayor Chk Sator Sapan Bungin, S.H. sebagai Komandan latihan. Dalam skenario tersebut diperanggapkan bahwa situasi keamanan di Lebanon Selatan, khususnya di TP 36 dan TP 35. Dimana ketegangan terjadi antara Lebanon Armed Force (LAF) dengan Israel Defence Force (IDF).

“Sehingga tim Quick Reaction Team (QRT) dari Kompi Alpha membutuhkan bantuan personel dari Peleton BMR Kompi Delta untuk mencegah ketegangan yang semakin memanas dan menjamin keselamatan personel Indobatt dari Kompi Alpha yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

Latihan BMR ditutup dengan evalusi dan kajian ulang oleh Komandan Latihan, dilanjut apel penutupan yang dipimpin oleh Wadansatgas Mayor Inf Ucok Prihantoro dalam waktu setempat. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama