Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Warga Sri Way Langsep Sesalkan, BPK Tidak Pernah Diajak Musyawarah Oleh Kepala Kampung, Terkait Program Dana Desa

Pengurus BPK Sri Way Langsep, Suyanto

LAMTENG (wartamerdeka.info) - Warga menyesalkan,  Badan Perwakilan Kampung (BPK) Sri Way Langsep, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) tidak pernah diajak musyawarah terkait Program Dana Desa (DD) oleh oknum kepala kampung

Pengurus BPK setempat, Suyanto, mengungkapkan, Program Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD), semua anggota BPK secara keselurahan tidak pernah diajak musyawarah sejak kepemimpinan Sulaiman.

"Misalnya, terkait bentuk bangunan yang akan dilaksanakan, dan dananya berapa,   kita enggak pernah dikasih tahu sama sekali. Termasuk untuk pembelian mobil ambulance milik kampung, kami BPK sampai saat ini tidak tahu berapa pagu anggarannya,"jelas Suyanto, Sabtu (4/7/2020)

Untung, selaku Ketua BPK dan Siswadi  ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) sempat akan mengundurkan diri dari jabatannya

"BPK dan TPK tidak difungsikan. Mereka tak ubahnya seperti penonton tidak tahu berapa anggaran yang dianggarkan untuk membuat tugu batas kampung, gorong-gorong semi jembatan serta bangunan drainase,"katanya.

Suyanto juga memaparkan tidak jelasnya Program Keluarga Harapan (PKH) yang terjadi di kampungnya

Menurutnya, ada dugaan upaya penyimpangan yang dengan sengaja telah dilakukan oleh oknum pendamping PKH kampung.

Suyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan audit ke pandamping PKH terkait dugaan penyimpangan

"Memang benar banyak orangnya yang sudah gak ada tapi PKH-nya masih keluar, dan ada 17 penerima orangnya masih ada tapi uangnya kok gak keluar, yang menjadi pertanyaannya PKH-nya terus dikemanakan,"tandasnya. (Muslim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama