// China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa //

Pineapple Manchester United mengalahkan Chelsea dengan gol Cunha yang meningkatkan harapan lolos ke Liga Champions, memperkuat cengkeramannya di posisi ketiga Liga Premier dengan kemenangan 1-0 yang membuat Chelsea bergantung pada bantuan. Manchester United mengambil langkah besar untuk mengakhiri pengasingan dua tahun dari Liga Champions saat Matheus Cunha mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 melawan Chelsea. Kemenangan United pada hari Sabtu membuka selisih 10 poin antara Setan Merah di posisi ketiga dan Chelsea di posisi keenam, dengan hanya 15 poin tersisa untuk diperebutkan musim ini.

IMF dan Bank Dunia memulihkan hubungan dengan Venezuela


IMF telah melanjutkan hubungan dengan Venezuela, membuka kembali saluran yang memungkinkan Caracas untuk mencari bantuan keuangan
Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez menyebut pemulihan hubungan sebagai pencapaian besar diplomasi Venezuela, setelah Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengumumkan pemulihan hubungan dengan Venezuela.

Baca selanjutnya...

 


Bupati Irwan Nasir Pantang Mundur Perjuangkan Sagu Masuk Manajemen Logistik Nasional

Prof Djohermansyah (kanan) bersama Irwan Nasir, Bupati Kepulauan Meranti

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir MSi memang layak mendapat predikat Presiden Sagu. Dalam berbagai kesempatan Irwan tak sungkan-sungkan mendesak agar sagu menjadi alternatif dan solusi ketahanan pangan nasional.

Dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional yang dipandu Koki Otonomi Profesor Djohermansyah Djohan (Prof Djo), di kantor Institut Otonomi Daerah (i-Otda), Jakarta, kemarin, bupati dua periode ini kembali minta pemerintah pusat melalui Perum Bulog turun tangan memasukkan Sagu dalam managemen Logistik Nasional.

Dia mengingatkan, ketersediaan pangan global semakin mengkhawatirkan akibat belum meredanya Pandemi Covid-19. 

Sejumlah negara pengeksport beras terpaksa menghentikan eksport berasnya. Sebut saja negara Thailand, negara yang dijuluki negeri Gajah Putih ini sudah tiga bulan menghentikan eksport berasnya ke negara-negara Asean.

Malang bagi negara kita, yang masih tergolong negara pengimport beras. Meski stock beras nasional aman hingga tahun 2021, diperkirakan ketersediaan beras kita akan semakin menipis akibat tertutupnya kran import beras. 

Yang paling mengkwatirkan, jumlah luas lahan sawah setiap tahun terus berkurang akibat pengembangan wilayah pemukiman dan pembangunan kawasan industry. 

“Setiap tahun luas lahan sawah kita jauh berkurang, akibat pertambahan jumlah penduduk yang memerlukan pembangunan pemukiman,” kata Irwan Nasir yang hadir di kantor i-Otda didampingi Hery Saputra (calon Bupati Meranti dalam Pilkada 2020).

Itulah sebabnya, ujar Irwan Nasir yang juga Ketua Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Fokus Kapasindo), Meranti, tak pernah berhenti memperjuangkan agar pemerintah pusat membuat kebijakan komoditi Sagu menjadi  alternatif dan solusi ketahanan pangan nasional. 

Bulan lalu, Irwan pun telah menyambangi  Perum Bulog di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. 

Dalam kesempatan itu, Irwan  meminta kepada pihak Perum Bulog untuk menjadikan Sagu sebagai salah satu alternatif komoditi pangan Nasional. 

Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir (baju hitamdidampingi Calon Bupati Meranti Hery Saputra berbincang dengan Pemimpin Umum otonominews, Mawi Halo


Sejak dahulu Kepalauan Meranti memang dikenal sebagai penghasil produksi Sagu Nasional. 

Karena itulah  dia berharap sagu dari Kepalauan Meranti dapat dibeli Perum Bulog, agar dapat dipasarkan dan dieksport ke manca negara, sebagaimana  layaknya beras.

Prof. Djo yang memandu dialog interaktif kemudian menanyakan, berapa banyak jumlah produksi Sagu dari Kepulauan Meranti
 
Irwan lantas menjelaskan Kabupaten yang telah dipimpinnya hampir sepuluh tahun itu, merupakan daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia.  

“Perkebunan sagu Meranti telah menjadi sumber penghasilan utama hampir 20% masyarakat Meranti dengan luas Iahan 39.644 ha. Jumlah pabrik Sagu ada sebanyak 95 unit dengan hasil produksi tepung sagu mencapai 241.277 Ton/Tahun,”katanya. 

Irwan mengatakan, sebagian hasil produksi Sagu Meranti dijual ke Cirebon, Pekanbaru, Medan dan Malaysia.

Selain dari kebun sagu masyarakat, terdapat juga kebun Sagu milik PT Nasional Sagu Prima (NSP) seluas 21.000 ha yang diberi izin dan telah diolah seluas 14.000 ha. 

Hebatnya lagi, hasil produksi sagu dari Kepulauan Meranti ternyata telah diekspor ke berbagai Negara di antaranya Jepang, Korea Selatan dan Singapura. 

Namun, mewabahnya pandemi Covid 19, juga  sangat berdampak terhadap pemasaran hasil produksi tepung sagu. 

Efeknya, kondisi ekonomi petani sagu di Kepalauan Meranti juga terdampak.

Maka satu-satunya jalan adalah,  Irwan berharap kepada Perum Bulog RI agar dapat menampung dan membeli hasil produksi tepung sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti. 

“Pemerintah Pusat melalui Perum Bulog harus turun tangan memasukkan Sagu dalam managemen Logistik Nasional. Caranya dengan menampung dan membeli hasil produksi Sagu masyarakat layaknya Bulog membeli beras sehingga memberikan jaminan kepada masyarakat pengolah Sagu di sektor pemasaran,”paparnya dalam diskusi tersebut. 

Sejauh ini Pemda Meranti menurut Irwan telah membangun Pabrik berskala kecil yang dapat mengolah Sagu menjadi beras Sagu dengan kapasitas 700 Kg/Hari dan mampu memproduksi 20 Ton Sagu basah/hari yang dapat diolah menjadi berbagai makanan seperti Mie dan lainnya. 

Dihadapan para awak media nasional yang hadir, dikantor redaski media otonominews Irwan mengatakan sangat yakin bahwa sagu akan menjadi alternative pilihan pangan yang tepat untuk  menjadikan Indonesia mencapai kedaulatan pangan.
 
Untuk diketahui, Acara podcast "Koki Otonomi" ala Prof Djo, dihadiri tujuh petinggi redaksi media nasional, yakni Mawi Halo (Pemimpin Umum otonominews.co.id), Zulfahmi (Pemred Majalah Moslemchoice), Tete Mangkudilaga (Pemred Koranpagi.com), Ferry Edyanto (Pemred Meganews.id), Siswo Hadi (Pemred Merdekanews.com) dan Aris Kuncoro (Pemred Wartamerdeka.info) serta Junaidi P.Hsb (Pemred Majalah YOKATTA News). (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama