TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pasca Banjir, Sejumlah Ruas Jalan Di Pangkalan Bun Mengalami Kerusakan Parah

KOBAR (wartamerdeka.info) - Pasca musibah banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar),  jalan poros Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama banyak  mengalami kerusakan parah 

Kini banyak lobang yang semakin membesar akibat kikisan air dari banjir itu, sehingga  pengguna jalan harus lebih hati-hati untuk melintas.

Aktivis lingkungan Ahmad Yani yang juga Direktur Borneo Hijau Persada minta pemerintah bisa lebih tanggap, segera memperbaiki sarana dan prasarana jalan yang rusak tersebut.

Terutama dinas tehnis  yakni Dinas  PUPR diharapkannya cepat melakukan perbaikan, karena jalan poros pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama merupakan salah satu jalan lintas daerah maupun provinsi yang cukup banyak penggunanya dan padat lalulintasnya 

Ahmad Yani meminta kepada pemerintah daerah dapat memperbaiki walaupun sifatnya sementara atau pemeliharaan kecil, agar perekonomian masyarakat lancar dan pendapatan asli daerah juga bisa bertambah.

"Apalagi jalan itu juga banyak dilewati oleh mobil tangki cpo perkebunan," ujarnya, kemarin.

Dari pantawaun wartawan di lapangan, jalan poros Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama terlihat banyak lobang lobang terutama di lokasi kilo meter 2 dan 6, tepatnya Bundaran Tudung Saji dan kelurahan Mendawai seberang. (taufik hidayat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama