// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Wartawan kabardaerah.com Dibunuh, Ketua IWO Sulsel Minta Polisi Segera Tangkap Pelakunya

MAMUJU (wartamerdeka.info)  - Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi.  Kali ini menimpa Demas Laira, wartawan kabardaerah.com.  Dia dibunuh  di pinggir Jalan Dusun Salu Bijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Mateng, Sulawasi Barat, Rabu lalu (19/08/2020).

Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah Iptu Agung Setyo Negoro membenarkan hal tersebut. "Korban sudah diketahui identitasnya bernama Demas Laira (28) yang berprofesi sebagai Wartawan kabardaerah.com. Benar sebagai korban pembunuhan," ucap Iptu Agung Setyo Negoro.

Agung menambahkan, ada 8 luka tusukan di bagian ketiak sebelah kiri hingga bagian dada, yang menyebabkan korban tewas. 

"Kami sudah melakukan olah TKP dan menemukan beberapa barang bukti milik korban berupa kartu Identitas KTP, SIM, Id Card Media Online kabardaerah.com dan Indometro.id, serta satu unit sepeda motor. Selain itu kami juga menemukan satu buah sepatu tanpa ada pasangannya yang belum diketahui pemiliknya,"anjut Agung.

Atas kejadian tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel, Zulkifli Thahir menyatakan prihatin dan sangat geram kepada pelaku pembunuhan serta mengecam tindakan pelaku. 

Abang Chuleq sapaan akrab Ketua IWO Sulsel, minta, peristiwa ini harus segera dituntaskan, karena tindakan ini dinilai telah menciderai kemerdekaan pers serta mengkhianati kehidupan demokrasi di Tanah Air. 

"IWO dan mungkin seluruh wartawan Indonesia mendesak kepada aparat penegak hukum agar secepatnya dapat menangkap pelaku dan otak pembunuhan itu, karena pembunuhan terhadap wartawan bukanlah hal yang biasa. Ini merupakan salah satu bentuk pembungkaman terhadap pers," tutur Abang Chuleq.

Ditambahkannya, semestinya masyarakat menempuh mekanisme hak jawab sesuai ketentuan UU Pers 40/1999 bukan melakukan Intimidasi apalagi pembunuhan. Seandainya belum puas, bisa mengadukan permasalahan ke Dewan Pers.  Hingga berita ini di tayangkan, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan Tim Reskrim Polres Mamuju Tengah. (Ton)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama