TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kepala Desa Cihuni Merespon Cepat Berita Tentang Rumah Mak Ehot Yang Atapnya Nyaris Ambruk


PURWAKARTA  (wartamerdeka.info)  - Berita wartamerdeka.info kemarin berjudul "Luput Dari Perhatian Pemerintah, Rumah Mak Ehot Yang Tinggal Sebatang Kara Nyaris Ambruk"  langsung mendapat respon dari Kepala Desa Cihuni Tatang Suhenda. 

Mendengar ada salah satu warganya yang menempati rumah tak layak huni Kepala Desa Cihuni Tatang Suhenda, langsung merespon dengan memerintahkan Aparat Desa dari mulai Kepala Dusun, Rw, Rt di lingkungan tempat tinggal mak Ehot untuk  bergerak mencari solusi agar segera bisa memperbaiki rumah mak Ehot yang atapnya nyaris ambruk.

Ketika ditemui wartamerdeka.info di ruang kerjanya, Senin (21/09/2020), Kepala Desa Cihuni Tatang Suhenda membenarkan kondisi rumah Mak Ehot memang perlu untuk segera diperbaiki karna secara kasat mata atapnya sudah lapuk.

"Kita upayakan segera diperbaiki rumah mak Ehot walaupun dalam pengerjaannya nanti kita gotong royong. Alat alat material hasil Swadaya dari masyarakat alhamdulillah sudah tersedia dan terkumpul seperti bambu, kayu, genting, semen," kata Tatang

Menyinggung masalah bantuan BLT Covid - 19 yang diberikan kepada Mak Ehot Kepala Desa Tatang, menjelaskan, selama 3 Bulan awal sejak mulai Pandemi Covid - 19 mak Ehot menerima Perbulan sebesar Rp.600.000 tak ada potongan apa apa. 

"Adapun untuk bulan selanjutnya memang semua penerima BLT menjadi Rp.300.000 karna sesuai dengan juklak Juknis disebab kan masa Pandemi yang belum berakhir dipastikan penerima BLT sekarang sampai Bulan Desember akhir tahun ini," jelas Tatang.

Tatang juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian semua pihak terhadap mak Ehot ini terutama kepada warga Desa Cihuni yang secara swadaya dalam waktu singkat bisa berpartisipasi membantu mangumpulkan material untuk segera bisa memperbaiki Rumah Mak Ehot.(A.Budiman)

1 Komentar

  1. Kenapa rumah Mak ehot gak masuk dalam pendataan program Rutilahu ya?

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama