TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan US Under Secretary of Defense for Policy


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima kunjungan kehormatan US Under Secretary of Defense for Policy, Dr. James H. Anderson, di Jakarta, Kamis (17/09/2020).

Dalam kunjungan tersebut, Dr. James H. Anderson didampingi oleh Deputy Chief of Mission Heather Variava, DASD Reed Werner dan Acting Athan Capt (N) Stacey Prescott. 

Dalam pertemuan, Panglima TNI bersama US Under Secretary of Defense for Policy membahas kerjasama yang selama ini telah terjalin. 

Walaupun kegiatan interaksi langsung tertunda akibat pandemi Covid-19, namun kerjasama bidang pendidikan tetap berlanjut. Komunikasi antara TNI dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat tetap berjalan dengan baik, termasuk diantaranya komunikasi telepon antara Panglima TNI dan Panglima USINDOPACOM, Laksamana Philip S. Davidson.

Disamping itu, Panglima TNI dan US Under Secretary of Defense for Policy, Dr. James H. Anderson, juga membahas penanganan Pandemi Covid-19.

Kedua pejabat berharap Pandemi Covid-19 dapat segera berakhir, sehingga berbagai kegiatan bilateral dapat kembali dilanjutkan.

Disamping itu, Panglima TNI menyampaikan keprihatinan terhadap kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di pantai barat Amerika Serikat. Panglima TNI menjelaskan pula bagaimana TNI bekerja sama dengan Polri, instansi terkait, dan masyarakat luas dalam penanganan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia pada periode 2018 s.d 2019.

Terkait kawasan, kedua pejabat sepakat bahwa Laut China Selatan memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi Asia Tenggara, tetapi juga bagi dunia internasional. Dengan demikian setiap permasalahan di wilayah tersebut hendaknya diselesaikan dengan mengedepankan pendekatan perdamaian berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling percaya.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak berharap kerjasama kedua negara akan meningkat dan semakin kuat.

Turut mendampingi Panglima TNI dalam kegiatan ini Asrenum Panglima TNI, Asops Panglima TNI, Wakabais TNI dan Kapuskersin TNI. (Rosidi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama