TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sendang Bawono, Destinasi Wisata Baru Di Lamongan


LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Destinasi wisata baru di kabupaten Lamongan, salah satunya adalah wisata Sendang Bawono. Destinasi wisata baru yang merupakan hasil bentukan dari Pemerintah Desa setempat.

Sendang Bawono terletak di Desa Deketagung Kecamatan Sugio telah melakukan soft launching yang secara langsung diresmikan oleh Bupati Lamongan, Fadeli pada Kamis (3/9/2020).

Kepala Desa Deketagung, Mujiono menyebut peresmian wisata ini dianggap sakral karena Sendang Bawono  merupakan destina wisata pertama, bahkan satu-satunya yang dimiliki dan dikelola langsung oleh desa.

Bupati Fadeli mengapresiasi usaha pemerintah desa Deketagung dalam memakmurkan masyarakatnya.

"Inovasi yang seperti ini perlu kita dukung. Kita support desa-desa yang memiliki potensi. Jika ini ingin maju, perlu adanya gotong-royong dan kerjasama dari berbagai pihak," ungkap Fadeli.

Berada pada masa pandemi, Bupati Lamongan menghimbau agar setiap tempat wisata menerapkan protokol kesehatan dan menjadi wisata tangguh. Fadeli juga mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, serta menjadikan budaya 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan, Mrnjaga jarak) sebagai budaya yang tidak boleh ditinggalkan dalam kehidupan normal baru.

Soft launching Sendang Bawono ditandai dengan pemotongan pita, pembagian bantuan masker, penandatanganan prasasti, serta pemotongan tumpeng. Selain itu, dalam acara turut hadir pula peserta karnaval tertua berusia sekitar 80 tahun (Mbah Na).

"Terimakasih atas kerjasamanya membangun desa, upaya yang kita lakukan ini adalah untuk memakmurkan masyarakat Desa Deketagung. Sukses bagi warga Deketagung," tambah Bupati Lamongan. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama