// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Satgas Pamtas Yonif 312/KH Ajarkan Baca Tulis Kepada Anak Usia Dini Di Perbatasan


KEEROM (wartamerdeka.info) – Dalam rangka meningkatkan taraf pendidikan generasi penerus bangsa,  Pos Tatakra Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam mengajarkan baca dan tulis kepada anak usia dini di Kampung Tatakra, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (20/10/2020).

Hal tersebut disampaikan Dankipur III Satgas Pamtas Yonif 312/KH Lettu Inf Dadang Iskandar Kapten Inf Mansyur H. Alam  dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (21/10/2020).

Dadang mengungkapkan bahwa pendidikan adalah faktor utama dalam menentukan apakah seseorang itu berkualitas atau tidak, dengan pendidikan seseorang bisa tahu segala macam informasi dan pengetahuan. Pendidikan merupakan faktor yang amat penting untuk menunjang kemajuan suatu negara, bukan hanya pendidikan akademik saja, namun moral dan keterampilan juga tidak kalah penting dalam mewujudkan terciptanya suatu generasi bangsa yang baik.

Daerah-daerah perbatasan yang pada hakikatnya merupakan daerah terdepan sebagai pintu gerbang untuk memasuki Indonesia, sehingga anak-anak generasi penerus bangsa di perbatasan harus memiliki kualitas pendidikan yang baik karena kesenjangan pendidikan dan kesejahteraan di perbatasan akan mengikis rasa nasionalisme yang bukan tidak mungkin akan mengancam kedaulatan bangsa.

Di tempat terpisah, Danpos Tatakra Letda Inf Ramli mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud ambil bagian dari TNI dalam rangka membantu pemerintah di bidang pendidikan, mengingat Kampung Tatakra tidak memiliki tenaga pengajar sehingga Satgas Pamtas Yonif 312/KH bergerak mengajarkan anak-anak tersebut baca dan tulis.

“Diharapkan dengan kegiatan yang  dilakukan ini anak-anak binaan kami minimal bisa membaca,menulis dan berhitung, karena tiga aspek tersebut merupakan kunci utama untuk pengetahuan yang lebih luas lagi,” kata Ramli.

“Bahagia mengajar anak-anak yang polos dan lugu, yang baru sedikit tersentuh modernisasi dan gaya hidup masa kini, suasananya sangat akrab dengan mereka, tidak ada jarak yang memisahkan, layaknya orang tua dan anak,” tambah Ramli. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama