TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sejumlah Wilayah Di Desa Klumprit Kroya Terendam Banjir


CILACAP (wartamerdeka.info) - Dampak banjir tampaknya terus meluas. Setelah sebelumnya banjir kiriman dari wilayah Kroya merendam Desa Nusawungu, banjir kini kembali menggenangi wilayah Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, JawaTengah.

Terkait hal itu, Babinsa Klumprit, Koramil 05 Nusawungu, Kodim 0703 Cilacap, Sertu Edi susanto bersama Kepala Desa setempat Saingin Aji memantau langsung perkembangan banjir yang menggenangi wilayah tersebut, Jumat (30/10/2020).

Dari lokasi, Babinsa menjelaskan beberapa wilayah binaanya yang terdampak banjir dan menggenangi pemukiman warga antaralain Dusun Klumprit Wetan 1 rumah dengan debit air setinggi 10-15 cm di dalam rumah, Dusun Nusadem sebanyak 17 rumah ketinggian air 10-15 cm di dalam rumah.

Dusun Bon Guru sebanyak 4 rumah setinggi air 15 -20cm di dalam rumah, Dusun Nusawaru Kulon sebanyak 4 rumah setinggi 10-15 cm dan Dusun Saren sebanyak 4 rumah setinggi 15 -20 cm di dalam rumah.

"Dari pantauan kami selama di lokasi banjir, belum ada ditemukan kerugian atau korban jiwa, kerugian materil sudah jelas berupa pemukiman warga yang terendam banjir. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainya untuk mengantisipasi perkembangan banjir lebih lanjut," jelasnya.

Sehubungan dengan kondisi cuaca yang sering hujan dengan intensitas yang tinggi di sejumlah wilayah lain tak menutup kemungkinan memicu luapan banjir yang lebih besar. Untuk itu perlu adanya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir.

"Kami selaku Babinsa menghimbau warga agar tidak panik, tetap tenang namun selalu peka terhadap perkembangan situasi alam disekitarnya. Kita berharap banjir ini tidak berlansung lama dan segera surut, sehingga kita dapat beraktifitas kembali seperti biasanya," harap Sertu Edi.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama