Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bedah Novel SLDC, Mengelilingi 4 Negara Bersama Martha Zhahira El-Kutuby


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Martha Zhahira El-Kutuby baru saja terbitkan novelnya yang berjudul 'Satu Langit Dua Cerita'. Tak hanya itu, ia juga melakukan bedah buku bersama penulis hebat seperti Muhammad Subhan, Firdaus Abie, dan Ibu Emisarti selaku guru SMPN 31 Padang kemudian dengan dihadirkannya Cholidi Asadil Alam pada acara ini menambah wawasan tentang kepenulisan dan perfilman. Bedah buku dilakukan melalui Zoom meeting pada Minggu, (08/11/2020).

Pada acara, Muhammad Subhan selaku pembedah mengulik semua isi novel karya Martha tersebut. 

Dilanjutkan oleh Firdaus Abie yang juga tak kalah menarik memberi masukan pada bagian yang dianggapnya kurang logis. 

Terakhir ditambahkan oleh Ibu Emisasrti berdasarkan ruang lingkup kependidikan dengan menjelaskan unsur intrinsik novel tersebut.

"Saya baru ingat bahwa novel ini merupakan salah satu tantangan dari saya kala itu kepada Martha. Novel ini keren sekali, dimana kita bisa merasakan berada di empat negara berbeda sekaligus meski penulisnya sendiri belum pernah kesana," ungkap Firdaus Abie pada saat bedah buku.

Novel karya Martha Zhahira El-Kutuby ini mengusung tema persaudaraan dan menjelajah empat negara. 

Martha menyebutkan bahwa kiatnya menyelesaikan novel ini adalah ia harus mencapai impiannya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa ia menyelesaikan novel ini dalam waktu lima belas hari diluar jam kerjanya. 

Ia juga sedang mengikutkan novelnya ini lomba untuk dijadikan film.

"Saya sedang mengikutkan novel ini pada Lomba Falcon Picture yaitu kompetisi film, tapi saya tidak tahu. Semoga saja ada rejekinya, mohon doanya. Perjuangan selanjutnya yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam novel tersebut terutama kesalahan mengetik," terang Martha di akhir sesi tanya jawab.

Reporter: Khairatul Annisa

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama