TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pemuda Sakit Malaria Diobati Satgas Yonif 413 Kostrad


JAYAPURA (wartamerdeka.info) - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Mosso membantu pemuda Kampung yang mengalami sakit malaria di Pos Satgas Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (28/11/2020).

Dansatgas mengatakan bahwa setelah kedua pemuda tersebut dilakukan Rapid Diagontic Test (RDT) hasilnya menunjukkan keduanya mengidap Malaria Tropika. "Kebetulan stock RDT Malaria kami berlebih yang merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura, jadi kami dapat langsung mengetahui kedua pemuda tersebut positif mengidap malaria," ungkapnya.

Diketahui pemuda yang mengeluhkan malaria tersebut bernama Saban Nutafua (24) yang diantar oleh kedua rekannya bernama Alberto (26) dan Rafael (22) yang memang sudah akrab sebelumnya bersama anggota Pos karena keduanya sering berolahraga bersama anggota Pos. 

"Dikarenakan hasil RDT menunjukan positif, untuk itu kami sementara di rumah sehat Pos Mosso dengan menginfusnya selama semalam. Cairan Infus tersebut kami beri parecetamol untuk menghilangkan demam dan kami beri obat doksisiklin sebagai obat anti malaria," jelas Letda Inf Hary Bagus selaku Komandan Pos.

Sementara itu, salah satu pemuda yang mendapat pertolongan pertama bernama Saban menyampaikan, setelah diberikan cairan Infus, demamnya menjadi tidak begitu terasa, namun masih dirasa sakit pada bagian persendian dan tulang. "Terima kasih Pos Satgas Mosso telah merawat saya. Semoga bisa segera sembuh seperti sedia kala," ucapnya. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama