// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Perkuat Pertahanan, Tank Leopard Yonkav-8 Lancarkan Tembakan


BATURAJA (wartamerdeka.info) - Dentuman tembakan kendaraan lapis baja milik Batalyon Kavaleri (Yonkav)-8 menggema di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Baturaja, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/11/2020) saat  latihan menembak Tank Leopard pada Latihan Antar Kecabangan (Lat Ancab) Satgasrat Brigif R-9/DY Kostrad.

“Tembakan ini merupakan bagian dari tahapan dinamika pertahanan, dimana Alutsista dari seluruh kecabangan diuji  kesiapan tempurnya, terutama kemampuan tembakan dan daya hancurnya terhadap sasaran,” kata Danyonkav-8 Mayor Kav Suharto.

Pada latihan menembak ini, Yonkav-8 mengerahkan enam lapis baja andalannya, yaitu Tank Leopard II A4 berpeluru kanon kaliber 120 mm dan peluru PSU kaliber 7.62 mm.

Sebagai informasi, tank gahar pabrikan Jerman ini memiliki karakteristik otomotif berupa mesin MTU MB 873 12 Silinder, Multi-fuel Liquid-cooled bertanaga 1.500 HP dengan transmisi otomatis dan mampu menampung bahan bakar hingga 1.200 liter. 

Selain itu, dilihat dari dimensinya, yaitu panjang 7,72 m, lebar 3,75 m, tinggi 3 m, berat 56,5 ton, ditopang kemampuan menahan tekanan jejak 0,98 kg/cm dan bebas dasar 0,49 m, Leopard sangat dinamis bermanuver di medan tersulit sekalipun. Apalagi dengan dilengkapi persenjataan utama berupa Smoothbore Gun kaliber 120 mm L44 dan Coax/Psu MG kaliber 7,62 mm, tank ini semakin sangarPerkuat Pertahanan, Tank Leopard Yonkav-8 Lancarkan Tembakan

(Baturaja).  Dentuman tembakan kendaraan lapis baja milik Batalyon Kavaleri (Yonkav)-8 menggema di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Baturaja, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/11/2020) saat  latihan menembak Tank Leopard pada Latihan Antar Kecabangan (Lat Ancab) Satgasrat Brigif R-9/DY Kostrad.

“Tembakan ini merupakan bagian dari tahapan dinamika pertahanan, dimana Alutsista dari seluruh kecabangan diuji  kesiapan tempurnya, terutama kemampuan tembakan dan daya hancurnya terhadap sasaran,” kata Danyonkav-8 Mayor Kav Suharto.

Pada latihan menembak ini, Yonkav-8 mengerahkan enam lapis baja andalannya, yaitu Tank Leopard II A4 berpeluru kanon kaliber 120 mm dan peluru PSU kaliber 7.62 mm.

Sebagai informasi, tank gahar pabrikan Jerman ini memiliki karakteristik otomotif berupa mesin MTU MB 873 12 Silinder, Multi-fuel Liquid-cooled bertanaga 1.500 HP dengan transmisi otomatis dan mampu menampung bahan bakar hingga 1.200 liter. 

Selain itu, dilihat dari dimensinya, yaitu panjang 7,72 m, lebar 3,75 m, tinggi 3 m, berat 56,5 ton, ditopang kemampuan menahan tekanan jejak 0,98 kg/cm dan bebas dasar 0,49 m, Leopard sangat dinamis bermanuver di medan tersulit sekalipun. Apalagi dengan dilengkapi persenjataan utama berupa Smoothbore Gun kaliber 120 mm L44 dan Coax/Psu MG kaliber 7,62 mm, tank ini semakin sangar menghancurkan sasaran tembaknya.  (Pen Lat Ancab 2020). menghancurkan sasaran tembaknya.  (Pen Lat Ancab 2020).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama