TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Air Bah Melanda, Babinsa Banjarparakan Peduli Selamatkan Warga


BANYUMAS (wartamerdeka.info) - Air bah/banjir kembali melanda di sejumlah kawasan di wilayah Banyumas, akibat  intensitas hujan yang tinggi semalaman yang mengakibatkan Sungai Serayu meluap. 

Dilaporkan saat ini, Kamis (3/12/2020) pagi oleh Babinsa Desa Banjarparakan Koramil-26/Rawalo Kodim Banyumas, Sertu Suherlan mengatakan saat ini air berangsur-angsur naik kepemukiman penduduk di Desa wilayah binaannya yakni Desa Banjarparakan, Kec. Rawalo Kab. Banyumas. 

Dikatakannya, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dari sore hari hingga menjelang pagi tadi sehingga air Sungai Serayu meluap, hingga saat ini kondisinya air sudah hampir meremdam seluruh bangunan rumah penduduk, dengan ketinggian mencapai 2 meter.

"Banjir kali ini sangat memprihatinkan dibanding yang terjadi sebelumnya, saat ini kondisi luapan air Sungai Serayu khususnya rumah milik Bapak Kandar yang berada ditepian Sungai Serayu sudah hampir menutupi rumahnya sudah mencapai genteng rumah dengan ketinggian 2,5 meter, begitu juga dengan kondisi rumah warga yang lainnya", terang Babinsa.

Diterangkannya, apa yang ia lakukan tersebut, untuk membantu masyarakat warga binaannya yang sedang mengalami kesulitan akibat dampak banjir ini.

"Saat ini, kami bersama warga setempat dan Tagana Banyumas, sedang melakukan evakuasi untuk membantu masyarakat terdampak banjir", jelas Suherlan.

"Dengan menggunakan alat seadanya, secara manual, kami bersama-sama warga yang lain menyelamatkan apa yang dapat kami selamatkan yang ada didalam rumah Pak Kendar ini. Tadi saya masuk kedalam rumahnya, air sudah hampir menutupi tubuh saya hingga sudah hampir mencapai leher saya. Alhamdulillah datanglah bala bantuan dari Tagana dan warga yang turut membantu menyelamatkan barang-barang rumah Pak Kandar ini ketempat yang lebih aman dari banjir", ungkapnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama