TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Satgas Kesehatan TNI Masuk Kampung Obati Warga Korban Gempa Bumi Sulbar


MAMUJU (wartamerdeka.info) - Satuan Tugas (Satgas) Tim Aju dari Pusat Kesehatan (Puskes) TNI tanggap darurat bencana gempa bumi di Mamuju Sulawesi Barat, melaksanakan pengobatan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di desa Bambu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1/2021).

Satgas Kesehatan TNI gabungan dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 Kostrad, Yonkes 1 Marinir dan Yonkes Mabes TNI AU, dipimpin oleh Letda Laut (K) dr.  Andre Prasetyo Mahesya masuk kampung secara door to door memberikan pelayanan kepada para korban bencana.

Cara yang dilakukan oleh Satgas Kesehatan TNI ini merupakan terobosan untuk mempercepat pertolongan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi dan sangat dibutuhkan oleh warga. Metode Pengobatan masuk kampung ini dilakukan karena masih banyak warga yang enggan untuk berobat ke posko kesehatan dikarenakan masih diliputi rasa trauma.

Letda Laut (K) dr. Andre Prasetyo Mahesya mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias dengan adanya tim kesehatan yang berkeliling dan masuk ke perkampungan yang terdampak gempa. “Sebagian besar masyarakat yang diobati mengalami beberapa keluhan penyakit seperti pusing,  batuk pilek dan beberapa luka ringan. Sedangkan untuk korban yang mengalami luka berat dan dirujuk ke posko kesehatan yang telah disiapkan,” ujarnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama