Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Disdik Kota Bekasi Lakukan Perluasan Jumlah Sekolah ATHB-SP

KOTA BEKASI (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kota Bekasi, melalui Dinas Pendidikan melakukan perluasan jumlah sekolah adaptasi tatanan hidup baru  satuan pendidikan (ATHB-SP). Sebelumnya Pemkot Bekasi telah menggelar pembelajaran ATHB- SP pada 110 sekolah mulai 22 Maret 2021.

“Menggelar ATHB -SP di 110 sekolah, dan kami melakukan pengawasan ketat serta melakukan evaluasi di tiap harinya," kata Inayatullah.

Inayatullah juga mengatakan kegiatan adaptasi tatanan hidup baru di satuan pendidikan (ATHB-SP) dengan penerapan sekolah tatap muka berjalan tanpa kendala selama lebih dari sepekan terakhir.

"Alhamdulillah hingga saat ini berjalan lancar dengan menerapkan prokes secara ketat,” ujar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. Inayatullah.

Lanjut Inayatullah mengatakan sejumlah sekolah telah mengajukan untuk menggelar kegiatan serupa ke Dinas Pendidikan.

"Ada 43 SMP dan 28 SD yang sudah mengajukan proposal untuk menggelar kegiatan ATHB-SP. Sekolah-sekolah ini akan ditinjau oleh pengawas dan akan kami buat penetapan lagi, ada sekolah negeri maupun sekolah swasta," katanya.

Dinas Pendidikan membentuk Tim yang bertugas mengkaji standar penerapan protokol kesehatan di sekolah dan syarat-syarat yang perlu dipenuhi oleh setiap sekolah yang mengajukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

"Membentuk tim pengkaji yang bekerjasama dengan dinas terkait, berkoordinasi dengan gugus Covid tingkat kota. Dan di tiap satuan pendidikan telah juga dibentuk Satgas Covid sekolah," jelas Inayatullah.

Selain menambah jumlah sekolah tatap muka, Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana menambah jumlah rombongan belajar dari tiga  menjadi maksimal  enam rombel  per satuan pendidikan.

 "Saat awal ada tiga rombel, dan akan kami tambah menjadi 6 rombel," kata Inayatullah.

Inayatullah juga mengungkapkan keberhasilan pelaksanaan ATHB- SP tidak terlepas dari tingginya kedisiplinan satuan pendidikan, dan selalu berkoordinasi dgn  orang tua, komite sekolah dalam mensosialisasikan protokol kesehatan kepada para peserta didik saat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. (Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama