Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Menjelang Puasa, Bukan Bunga Rampe Saja Yang Laku, Air Doa Juga Laku Keras

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Raut bahagia terpancar dari wajah tukang bunga rampe musiman yang mangkal di pinggir  lokasi TPU Kota Tasikmalaya. Pasalnya, musim ziarah menjelang puasa tahun ini, pendapatannya terbilang lumayan, tidak terlalu sepi seperti tahun kemarin.

Yang dijual bukan bunga rampe saja, air buat siraman makam juga dijual per botol 2000. Tapi sebelumnya dibacakan doa dulu seperti surat al Ikhlas, Fatihah, surah Yasin dan lain lain.

Begitu yang dikatakan Ibu Eni (50 thn) pedagang bunga rampe di Pemakaman Cieunteung Tasikmalaya.

Setiap tahunnya pedagang bunga rampe ini mencapai 30 Orang lebih, dan semuanya warga setempat.

"Saya sangat bersyukur dagang bunga rampe menjelang Ramadhan tahun ini tidak sepi sepi amat. Selama 3 hari mendapat uang 2 juta rupiah dari modal 1 juta rupiah, berarti tiga hari untungnya satu juta. Apalagi sebelum corona pendapatan bisa 2x lipat dari sekarang," ujar Eni, Senin (11/4 2021).

Bunga rampe terdiri dari beberapa macam yang dicampurkan, misalnya bunga kenanga,asoka, melati, pandan, sedap malam, mawar dll, di jual perkantong kecil Rp 2000,-,

"Cuma sedikit ada kendala, bunganya susah didapatkan karena berguguran diguyur hujan deras terus," kata Yayat ( 60 ), suami Eni yang bertugas membeli bunga di halaman rumah penduduk.

Bukan penjual bunga rampe saja yang ikut rame, tukang sapu makam juga kebagian untung. Karena banyak penziarah yang membutuhkan jasanya, walau upah seikhlasnya. (H. Adam).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama